INSIBERNEWS - Harga emas dunia kembali mencetak rekor tertinggi pada Kamis (30/1/2025) seiring pelemahan dolar Amerika Serikat (AS).
Faktor utama yang mendorong lonjakan ini adalah laporan terbaru yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS lebih lemah dari perkiraan pada kuartal IV-2024.
Data ini semakin menguatkan spekulasi bahwa The Federal Reserve (The Fed) mungkin akan menyesuaikan kebijakan moneternya dalam waktu dekat.
Baca Juga: Stasiun Karet Bakal Disulap Jadi Ruang Publik, Terhubung ke Stasiun BNI City
Berdasarkan data pasar, harga emas spot naik 1,23 persen dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di USD2.794,16 per troy ons, melampaui rekor sebelumnya yang tercatat pada akhir Oktober 2024.
Lonjakan ini dipicu oleh laporan Biro Analisis Ekonomi AS yang mengungkapkan bahwa produk domestik bruto (PDB) hanya tumbuh 2,3 persen pada kuartal IV-2024.
Baca Juga: Target Turunkan Kemiskinan Ekstrem, Pemerintah Siapkan Strategi Bertahap
Angka ini jauh di bawah pertumbuhan 3,1 persen di kuartal sebelumnya dan lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 2,5 persen.
Selain faktor ekonomi, kebijakan The Fed yang mempertahankan suku bunga turut memberikan sentimen positif bagi emas.
Bank investasi Saxo Bank dalam laporannya menyebutkan bahwa investor saat ini tengah mencermati kebijakan pemerintahan Donald Trump, terutama terkait tarif perdagangan dan kebijakan imigrasi, yang dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan inflasi.
Di sisi lain, pelemahan dolar AS semakin terlihat setelah rilis data PDB, dengan indeks dolar ICE turun 0,14 poin ke level 107,86. Sementara itu, imbal hasil obligasi AS mengalami pergerakan beragam.
Yield obligasi AS tenor dua tahun tetap di 4,222 persen, sedangkan obligasi 10 tahun turun 1,4 basis poin menjadi 4,53 persen.