news

Utang Paylater Meningkat Pesat di 2024, OJK: Capai 21,77 Triliun

Rabu, 8 Januari 2025 | 13:48 WIB
Utang Paylater Meningkat Pesat di 2024, OJK: Capai 21,77 Triliun (Photo : pelakubisnis.com)

INSIBERNEWS - Fitur Buy Now Pay Later (BNPL) atau yang lebih dikenal sebagai layanan Paylater menunjukkan lonjakan pengguna yang signifikan menjelang akhir tahun 2024.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total penyaluran kredit Paylater oleh perbankan mencapai Rp21,77 triliun pada November 2024. Hal ini menandakan pertumbuhan yang cukup pesat dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga: Dana untuk Kerajaan Inggris Naik Drastis, Kritik Publik Menguat di Tengah Krisis

Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, mengungkapkan bahwa layanan BNPL terus menunjukkan peningkatan yang konsisten setiap tahunnya.

"Pada November 2024, debit kredit BNPL tumbuh sebesar 42,68% secara tahunan (year-on-year/yoy)," ujar Dian dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Desember 2024, yang disiarkan pada Selasa (7/1/2025).

Baca Juga: Berapa Harta Kekayaan Gatut Sunu Wibowo? Calon Bupati Tulungagung yang Unggul di Pilkada 2024

Meski begitu, kontribusi layanan Paylater terhadap total kredit perbankan di Indonesia masih tergolong kecil. Dengan total penyaluran kredit perbankan yang mencapai Rp7.717 triliun pada November 2024, kredit Paylater hanya menyumbang sekitar 0,2% dari keseluruhan kredit tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun popularitasnya meningkat, BNPL masih berada di tahap awal pengembangan sebagai produk keuangan.

Baca Juga: PDIP Tuding Penggeledahan Rumah Hasto untuk Alihkan Isu Finalis Terkorup OCCRP

Namun, lonjakan ini mencerminkan perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin nyaman menggunakan layanan keuangan digital.

Paylater menjadi solusi bagi banyak konsumen untuk memenuhi kebutuhan tanpa harus membayar langsung, terutama di sektor e-commerce dan gaya hidup.

Baca Juga: Segini Harta Kekayaan Joko Sarwono, Calon Wakil Bupati Tuban yang Menang di Pilkada 2024

Dengan kemudahan yang ditawarkan, produk ini diprediksi akan terus tumbuh dan semakin menjadi bagian dari ekosistem keuangan digital di Indonesia.

Di sisi lain, OJK tetap mengingatkan pentingnya literasi keuangan bagi masyarakat agar dapat memanfaatkan layanan ini dengan bijak.

Halaman:

Tags

Terkini