“Peristiwa ini adalah ketiga kalinya sejak bulan Oktober 2024. Dampaknya pada awal upaya peretasan, beberapa website LBH kantor yang mengikuti domain YLBHI tidak juga dapat diakses,” ungkap YLBHI.
“Seperti halnya website LBH Manado, LBH Papua, LBH Palangkaraya, dan Project Based Kalimantan Barat,” lanjutnya.
Baca Juga: Kemenkes Ungkap Peningkatan Virus HMPV di China Hoax, Akui Telah Baca Data Valid
Untungnya pada Selasa (7/1/2025), laman YLBHI sudah dapat diakses kembali oleh masyarakat.
Diduga peretasan terjadi terkait dengan laporan dan kritik YLBHI atas jalannya pemerintahan.***