Namun, di sisi lain, banyak juga yang menganggap UN sebagai beban berat bagi para pelajar.
Baca Juga: MK Cabut Presidential Threshold: Era Baru Pencalonan Pemimpin Indonesia
Proses persiapan yang intens, ditambah dengan tekanan untuk lulus, sering kali menimbulkan stres dan kecemasan di kalangan siswa.
Lalu berharap, jika UN dilaksanakan kembali, pendekatannya harus lebih humanis dan mendukung perkembangan siswa, bukan hanya berfokus pada angka kelulusan.
Ia mengajak masyarakat untuk memberikan usulan dan masukan terkait format dan pelaksanaan UN di masa depan.
Baca Juga: Brasil Gantikan Rusia Pimpin BRICS 2025: Perkuat Solidaritas Negara Global Selatan
Keputusan untuk menghidupkan kembali UN tentunya akan melalui berbagai pertimbangan dan diskusi lebih lanjut.
Masyarakat berharap, apapun hasilnya, kebijakan yang diambil bisa memberikan dampak positif bagi kualitas pendidikan di Indonesia tanpa menambah beban bagi para pelajar.
Baca Juga: iPhone 16 Tak Bisa Masuk, Apple Rekrut Pegawai yang Miliki Pengaruh Kuat Soal Regulasi Indonesia
Komisi X DPR berjanji akan mendengarkan suara-suara tersebut dan terus memperjuangkan kepentingan pendidikan yang terbaik bagi generasi mendatang.