INSIBERNEWS - Israel baru-baru ini memanggil Duta Besar Vatikan setelah Paus Fransiskus mengkritik keras serangan militer Israel di Gaza yang mengakibatkan banyaknya korban jiwa, termasuk anak-anak.
Kritik Paus tersebut, yang disampaikan pada akhir pekan lalu, menyoroti kekejaman yang terjadi terhadap anak-anak Palestina, terutama dalam serangan yang menghancurkan satu keluarga di Gaza.
Baca Juga: Serangan Israel Membunuh Lima Jurnalis Al Quds Today di Gaza
Pada Selasa (24/12/2024), Kementerian Luar Negeri Israel mengundang Uskup Agung Adolfo Tito Yllana, Duta Besar Vatikan untuk Israel, untuk menyampaikan ketidakpuasan mereka terhadap pernyataan Paus Fransiskus.
Menurut laporan dari Ynet News, meskipun pertemuan tersebut berlangsung untuk mengungkapkan ketidaksetujuan, pernyataan yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Kemenlu Israel, Eyal Bar Tal, tidak dimaksudkan sebagai teguran formal terhadap Vatikan.
Baca Juga: Polres Lampung Selatan Tingkatkan Pengamanan dan Imbauan Keamanan di Destinasi Wisata Pantai
Paus Fransiskus telah mengkritik Israel secara terbuka sejak awal konflik, termasuk pernyataan keras yang dia buat pada Sabtu (21/12/2024), di mana ia menggambarkan serangan-serangan yang membunuh anak-anak sebagai tindakan kekejaman.
"Saya sangat sedih memikirkan Gaza, begitu banyak kekejaman, anak-anak ditembak dengan senapan mesin, sekolah dan rumah sakit dibom. Betapa kejamnya," ungkap Paus saat itu.
Baca Juga: Zelensky Sebut Putin Tidak Manusiawi Usai Serangan Rudal di Hari Natal
Pada pidato Natalnya, Paus kembali menyerukan adanya dialog yang mendalam untuk mengakhiri perang di Gaza dan menghentikan penderitaan yang terus berlanjut di wilayah tersebut.
Ia juga mendesak dunia internasional untuk melakukan penyelidikan terkait dugaan genosida yang terjadi di Gaza.
Paus menekankan bahwa kejadian di Gaza perlu diselidiki lebih lanjut untuk memastikan apakah sesuai dengan definisi genosida menurut hukum internasional.
Baca Juga: Tragis! Pesawat Azerbaijan Airlines Jatuh, 38 Korban Jiwa
Pernyataan Paus ini mengundang perhatian global, terutama karena merupakan pertama kalinya Paus Fransiskus menggunakan istilah "genosida" dalam merujuk pada tindakan Israel di Gaza.