INSIBERNEWS - Sebelumnya Rusia hanya menggunakan mata uang resmi sebagai alat transaksi baik lokal maupun internasional.
Namun kini, Rusia telah menggunakan bitcoin dan mata uang digital lainnya dalam transaksi internasional.
Peralihan ini berakar dari sanksi Barat yang mempersulit perdagangan Rusia dengan mitra utamanya seperti China atau Turki.
Baca Juga: Targetkan Penyaluran Kredit Usaha Rakyat Sebesar 300 Triliun, Pemerintah Harapkan Perluasan UMKM
Dikarenakan para bank lokal sangat berhati-hati dalam melakukan transaksi terkait Rusia untuk menghindari pengawasan dari regulator Barat.
Menghadapi kesulitan seperti itu DPR Rusia membuat kebijakan baru.
DPR Rusia telah mengizinkan penggunaan mata uang digital sebagai alat transaksi yang sah.
Hal itu guna melawan sanksi negara-negara Barat seperti Amerika Serikat dan kroninya.
Baca Juga: PPN Naik Jadi 12 Persen, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Bantuan Sosial Khusus
Tahun ini, Rusia mengizinkan penggunaan mata uang kripto dalam perdagangan luar negeri.
Pemerintah Rusia juga telah mengambil langkah untuk melegalkan penambangan mata uang kripto, termasuk bitcoin.
Dalam penambangan bitcoin, Rusia merupakan salah satu pemimpin global.
Menurut Menteri Keungan, Anton Siluanov, transaksi menggunakan bitcoin dan mata uang digital lainnya harus diperluas dan dikembangkan lebih lanjut.
Menteri keungan Rusia beroptimis hal ini akan terjadi pada tahun depan.
Artikel Terkait
Resep Steak Vegetarian Olahan Sayuran, Menu Grill Pesta Tahun Baru 2025 di Rumah
Inovasi Baru: Tes Kompetensi PNS Disabilitas Netra Gunakan Teknologi AI Text-to-Voice
PDIP Pertanyakan Pencekalan Hasto dan Yasonna, Ingatkan KPK Tetap Profesional
Tak Sama, Rusia Baru Akan Merayakan Natal Pada Bulan Januari, Yuk Cari Tahu Alasannya!
Bus Ziarah Kecelakaan di Tol Cipularang, Dua Orang Meninggal Dunia
Targetkan Penyaluran Kredit Usaha Rakyat Sebesar 300 Triliun, Pemerintah Harapkan Perluasan UMKM
Terong on The Top! Steak Vegetarian ala Bakar-bakaran, Resep Grill Sehat Meriahkan Tahun Baru 2025