INSIBERNEWS - Seorang warga negara Indonesia (WNI), Tuma Thierry Henry, ditangkap oleh petugas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat (CBP) di Bandara Internasional Washington Dulles, Virginia.
Henry, yang berusia 50 tahun, kedapatan membawa uang palsu dengan nilai total USD 28.500 (sekitar Rp 450 juta) dalam bentuk yang dikenal dengan istilah "black money" atau lebih sering disebut dolar hitam.
Uang Dollar Yang Dibawa
Uang yang dibawa Henry berupa lembaran-lembaran kertas hitam, biru, atau putih yang menyerupai uang kertas dolar AS, namun sebenarnya tidak bernilai sama sekali.
Dalam penipuan dolar hitam, para pelaku meyakinkan korban bahwa uang tersebut telah diwarnai dengan bahan kimia khusus, yang dapat dihilangkan menggunakan cairan kimia tertentu untuk mengungkapkan uang asli yang tersembunyi di baliknya.
Untuk meyakinkan korban, para penipu sering mencampur uang asli dengan uang palsu tersebut agar korban lebih mudah terperdaya.
Kronologi Penangkapan
Tuma Thierry Henry tiba di Washington Dulles pada Rabu malam, setelah melakukan perjalanan dari Lome, Togo.
Saat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, petugas CBP menemukan tiga bundel kertas kosong berwarna hitam dan putih yang diberi label "One Hundreds" (mengacu pada pecahan seratus dolar AS). Terdapat total 285 lembar uang palsu yang disembunyikan dalam tasnya.
Ketika diperiksa dengan sinar ultraviolet, kertas-kertas tersebut memperlihatkan gambar depan dan belakang yang sangat mirip dengan uang kertas 100 dolar AS.
Petugas CBP kemudian menyita uang palsu tersebut dan menyerahkan baik uang maupun Henry kepada Kepolisian Otoritas Bandara Metropolitan Washington.
Baca Juga: Modus Licik Ketahuan! Pria di Bali Pakai 14 Barcode Nelayan untuk Gasak BBM Subsidi Berlimpah
Penanganan Hukum
Meski Henry telah ditangkap, dia masih dianggap belum bersalah hingga ada putusan pengadilan yang membuktikan sebaliknya.
Kasus ini menyoroti adanya praktik penipuan dolar hitam yang kerap merugikan banyak orang. Pelaku biasanya menawarkan dolar hitam kepada korban dengan harga diskon, menyatakan bahwa uang tersebut dapat diubah menjadi dolar AS yang sah dengan bantuan cairan kimia.
Dengan penangkapan ini, pihak berwenang AS menunjukkan komitmennya untuk mengatasi peredaran uang palsu dan penipuan yang melibatkan teknologi canggih seperti penggunaan cairan untuk "membersihkan" uang palsu.