INSIBERNEWS - Adanya kenaikan PPN mulai 1 Januari 2025 telah dikonfirmasi oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Keputusan untuk menaikkan PPN disampaikan oleh Sri Mulyani pada rapat bersama DPR pada Rabu (13/11).
PPN di Indonesia yang semula adalah 11% akan naik 1% yaitu menjadi 12% mulai tahun depan.
Kenaikkan PPN ini membuat masyarakay Indonesia merasa keberatan mengingat kondisi ekonomi saat ini.
Bahkan sejumlah tokoh penting mengajukan penundaan kenaikan PPN kepada pemerintah.
Dilansir INsibernews dari akun Instagram @ngomonginuang (21/11/2024), terdapat sejumlah pihak yang mendesak untuk dilakukan penundaan kenaikan PPN.
Diantaranya adalah Wakil Ketua MPR, Mohammad Eddy Dwiyanto Soeparno, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Kamdani, dan Direktur Pratama-Kreston Tax Research Institute Prianto Budi Saptono.
Wakil Ketua MPR, Mohammad Eddy Dwiyanto Soeparno sempat menyampaikan di gedung DPR RI Jakarta pada Minggu (20/10), bahwa pihaknya telah meminta kepada pemerintah untuk mengkaji ulang mengenai kenaikan PPN.
“Tadinya ada recana mau diterapkan PPN 12%. Saya rasa akan ditunda, kami sendiri meminta kepada pemerintah untuk mengkaji ulang, kalau bisa menundanya," ujar Mohammad Eddy Dwiyanto Soeparno.
Baca Juga: 7 Tips Membuat Ruang Tamu Teras Rumah Bergaya Cafe Modern, Simpel tapi Tetep Instagramable!
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Kamdani menyampaikan bahwa pihaknya telah mengusulkan penundaan kenaikan PPN.