news

Persoalan Banjir di Jakarta, Begini Rencana Tiga Paslon Cagub-Cawagub DKI Jakarta di Pilkada 2024

Senin, 18 November 2024 | 15:46 WIB
Potret Para Calon Gubernur (Cagub) Pilkada 2024 yang membahas persoalan banjir di DKI Jakarta. (YouTube.com / KPU Provinsi DKI Jakarta)

Pasangan duet Kun Wardana di ajang debat itu juga mengungkap tentang pengelolaan air dari banjir kiriman yang dapat dikelola menjadi air minum bagi masyarakat.

Baca Juga: Dalam Debat Pilgub Jakarta, Pramono Anung Janji Tidak Akan Lakukan Penggusuran

"Seandainya manajemen paham dalam mengelola air supaya air dari banjir kiriman jadi air minum dengan teknologi," tegasnya.

2. Tanggul Laut Raksasa Ala Pram-Doel

Cagub DKI nomor urut 3, Pramono mengusulkan tentang tanggul laut raksasa dengan mangrove (Giant Mangrove Wall) yang dinilai dapat mengatasi banjir.

"Bukan hanya sekedar 'Giant Sea Wall' (Tanggul Laut Raksasa), kalau saya akan mengurus 'Giant Mangrove Wall' selain ekosistem dan ekologi juga jauh lebih bagus," tegasnya dalam kesempatan yang sama.

Pramono juga menyinggung soal rencana Giant Sea Wall yang sudah masuk Proyek Strategis Nasional, oleh sebab itu rencana pihaknya dinilai dapat mendukung pemerintah pusat.

Baca Juga: Ridwan Kamil Singgung Kasus Penggusuran Terbanyak Datang dari Partai yang Usung Pramono Anung

"Komitmen itu akan kami teruskan ditambahkan dengan menanam pohon mangrove yang menjadi kekuatan kita bersama," terangnya.

3. Ridwan-Suswono Sebut Soal Waduk Baru dan Sumur Resapan

Cawagub DKI nomor urut 1, Suswono mengungkap pihaknya akan membangun waduk baru dan sumur resapan untuk mengatasi persoalan banjir di DKI Jakarta.

"Saya kira memang tadi sudah disinggung juga, perlunya dibangun bendungan atau waduk baru yang cukup signifikan untuk menahan agar laju air tidak langsung ke Jakarta," ujarnya dalam kesempatan yang sama.

Baca Juga: Jelang Laga Indonesia Vs Arab Saudi, Rustam Lutfullin Bakal Jadi Wasit Lapangan di GBK, Intip Rekam Jejaknya!

Kemudian, Suswono menyebut tentang data BPBD DKI Jakarta 2024 soal kerugian potensi banjir yang dapat mencapai angka Rp2,1 triliun.

"Itu biaya cukup besar, oleh karena itu andai kita bisa menuntaskan persoalan banjir secara holistik, saya kira adalah satu keniscayaan dan memungkinkan untuk itu," tandasnya.***

Halaman:

Tags

Terkini