seperti pasar hingga rumah-rumah tinggal di kawasan padat seperti Tebet dan Tanah Abang.
Baca Juga: Ingin Eksperimen Musik Sendiri? Bikin Beat Keren Hanya Dengan Mengetik! Coba Type Drummer Sekarang!
Menyinggung Penggusuran, RK Ingatkan Era Ahok
Di tengah perdebatan yang semakin memanas,
RK menyampaikan kekhawatirannya tentang potensi penggusuran yang bisa terjadi jika hanya mengandalkan penggunaan lahan milik Pemprov dan BUMD.
“Jika hanya mengandalkan lahan Pemprov dan BUMD, kita bisa saja mengabaikan banyak warga yang akan terdampak penggusuran,” ungkapnya.
RK tidak segan-segan menyebutkan era kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dikenal melakukan banyak penggusuran di Jakarta.
Ia menegaskan bahwa ke depan, penataan kota harus dilakukan dengan hati-hati,
agar tidak ada warga yang terpaksa kehilangan tempat tinggal mereka hanya untuk membangun gedung atau hunian vertikal.
“Gubernur yang paling banyak menggusur datang dari partainya Mas Pram. Jangan sampai kita mengulang kesalahan yang sama,” ujar Ridwan Kamil.
Baca Juga: Mau Keliling Dunia Tanpa Tinggalkan Rumah? Coba Game Seru Ini untuk memuaskan rasa ingin tahu kamu!
Kontroversi yang Berlanjut
Pernyataan RK ini tentu saja langsung memicu kontroversi.
Sementara Pramono berpendapat bahwa penggunaan lahan Pemprov dan BUMD adalah solusi yang efektif,
RK menilai bahwa solusinya harus lebih beragam dan inklusif, agar bisa mengatasi masalah kepadatan penduduk tanpa mengorbankan warga yang lebih rentan terkena dampak.
Menariknya, meskipun perdebatan ini semakin sengit, keduanya tetap berusaha mempertahankan argumen mereka dengan rasa hormat.