“Jakarta berada di titik krusial, bertransisi dari Ibu Kota menjadi kota global. Transformasi ini didukung oleh potensi populasi produktif dan kontribusi ekonomi Jakarta yang signifikan, dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp 3.200 triliun atau 16,6% dari kontribusi nasional. Meski demikian, posisi Jakarta dalam indeks kota global masih perlu ditingkatkan. Kami di HIPMI JAYA berkomitmen menjadi katalisator yang mendorong pengusaha muda untuk memperkuat daya saing Jakarta di tingkat internasional,” ungkap Ryan.
Mahesa Husain, Ketua Steering Committee HIPMI JAYA, turut menekankan pentingnya acara Diklatda ini dalam membangun kompetensi para pengusaha muda Jakarta.
“Diklatda 2024 bukan sekadar program pelatihan, melainkan sarana untuk membentuk karakter pengusaha yang berwawasan global, adaptif, dan berkomitmen pada pembangunan yang berkelanjutan. Kami ingin para pengusaha muda mampu menjadi pendorong perubahan yang positif dan berperan aktif dalam menjadikan Jakarta sebagai kota global yang maju dan adil,” ujar Mahesa.
Ryan Haroen juga menambahkan tentang pentingnya membentuk karakter pengusaha muda yang patriotik dan bermental pejuang.
“Kami ingin membentuk pengusaha muda yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga berperan dalam kemajuan bangsa. Nilai ini harus terus dijaga oleh anggota HIPMI, agar mereka dapat memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional dan mempersiapkan diri sebagai calon pemimpin masa depan,” tambahnya.
Ketua Panitia Diklatda 2024, Dzaki Adinda Husna, menyampaikan harapannya agar para peserta dapat mengawal kepengurusan baru HIPMI JAYA dan menjaga semangat “Pejuang Pengusaha, Pengusaha Pejuang”.
Baca Juga: 5 Fitur Canggih Facebook Pro yang Bikin Sosial Media Lebih Interaktif
Diklatda 2024 ini menjadi bukti komitmen HIPMI JAYA untuk melahirkan generasi pengusaha muda Jakarta yang berwawasan global, inovatif, dan siap membawa Jakarta menuju kota global yang maju dan berkeadilan.
Diklatda kali ini juga menghasilkan Nota Kesepahaman Kolaborasi antara HIPMI Jaya dan Akselerasi Ide Nusantara “Alpha JWC”. Adapun Ruang lingkup Perjanjian Kerja Sama ini meliputi hal-hal sebagai berikut:
1. Peningkatan kapasitas melalui pelatihan, workshop dan temu bisnis sesuai dengan persetujuan kedua belah pihak
2. Penyediaan informasi terkait peluang dan potensi pendanaan untuk startup
3. Pemberian edukasi dan informasi terkait rangkaian proses pendanaan, pengembangan bisnis, trend perkembangan dan tantangan di dunia industri dan startup
Baca Juga: Tren Desain Kamar Tidur Estetik Minimalis Terbaru Tahun 2025 yang Modern, Multifungsi, dan Canggih