Pada Januari 2020, China dan AS mencapai kesepakatan dagang tahap pertama yang mengatur pembelian lebih banyak barang AS oleh China dan komitmen untuk memperbaiki kebijakan terkait hak kekayaan intelektual.
Namun, tarif tinggi masih tetap diberlakukan pada sejumlah produk China.
Perang dagang ini menyoroti masalah yang lebih besar, yakni persaingan global antara dua negara besar tersebut dalam aspek ekonomi, teknologi, dan politik.
Baca Juga: Heboh! Remaja Putri 14 Tahun Jadi Tersangka Setelah Terima Video Dewasa dari Anak Pejabat Kadin
Bagi China, ini adalah tantangan untuk mempertahankan pertumbuhannya di tengah tekanan eksternal, sementara bagi AS, ini adalah langkah untuk melindungi sektor manufaktur dan industri teknologi domestiknya.
Ketegangan ini menunjukkan perubahan besar dalam hubungan internasional dan mempengaruhi kebijakan perdagangan global.***