Beberapa orang memang beranggapan bahwa pandemi digunakan sebagai alat untuk mengontrol kebijakan global.
Namun, pernyataan ini tentu saja kontroversial, terutama di kalangan yang menekankan pandemi sebagai tantangan kesehatan serius yang menelan korban nyata di seluruh dunia.
Di tengah respons campur aduk dari publik, Dharma memegang keyakinan bahwa masyarakat berhak atas informasi yang lebih transparan dan independen.
Menurutnya, jika peristiwa besar seperti pandemi terjadi lagi, pemerintahan yang kuat harus memastikan data yang diterima publik sudah diverifikasi oleh pihak independen,
sehingga masyarakat tidak menjadi korban dari kepentingan global.
Baca Juga: Pembekuan BEM FISIP Dicabut, Mahasiswa Siap Suarakan Aspirasi Menjaga Marwah Akademik
Namun, seberapa besar pengaruh pernyataannya ini dalam menarik dukungan masyarakat, masih menjadi pertanyaan.
Sebagian warga menyambutnya sebagai bentuk keberanian, sedangkan yang lain menganggapnya kontroversial dan tidak berdasar.
Debat kedua ini menjadi salah satu momen penting dalam Pilgub Jakarta 2024, mengingat isu kesehatan dan respons pemerintah menjadi perhatian banyak pemilih.