Negara-negara dengan sistem parlementer seringkali memiliki kementerian yang lebih banyak, karena mereka mungkin mengakomodasi berbagai partai politik dan kepentingan regional.
Sebaliknya, negara dengan sistem presidensial, seperti Brasil, cenderung memiliki jumlah kementerian yang lebih stabil.
Faktor ekonomi juga memainkan peran penting. Negara yang sedang berkembang mungkin memerlukan kementerian yang lebih fokus pada pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan sosial.
Baca Juga: Sosok Anggota KPU Kota Tangerang Diduga Lakukan Tidakan Asusila, Kini Menunggu Putusan DKPP
Sementara itu, negara maju sering kali memiliki kementerian yang lebih beragam, yang menangani isu-isu seperti teknologi, lingkungan, dan inovasi.
Dilansir INsibernews dari akun Instagram @narasinewsroom (19/10/2024), berikut adalah jumlah Kementerian dari sejumlah negara.
- Amerika Serikat : 15 Kementerian
- Rusia : 21 Kementerian
- China : 26 Kementerian
- India : 53 Kementerian
- Jepang : 19 Kementerian
- Malaysia : 29 Kementerian
- Jerman : 15 Kementerian
- Australia : 31 Kementerian
- Inggris : 22 Kementerian.***