Hal ini dapat menghambat pengembangan olahraga di daerah, karena dana yang seharusnya dialokasikan untuk pembinaan dan pengembangan atlet menjadi terbatas.
Infrastruktur yang kurang memadai tidak hanya merugikan atlet secara individu, tetapi juga berdampak pada citra olahraga nasional.
Baca Juga: Pilkada 2024: 35 Daerah Cuma Punya Calon Tunggal, Pemilih Hadapi Kotak Kosongl
Dilansir InsiberNews dari akun Instagram @ngomonginuang (18/9/2024), keterangan tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Umum I Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Pusat Sawarno.
“Tahun ini, negara memerlukan anggaran cukup besar berkaitan dengan agenda politik nasional dan daerah. Ini menyebabkan kita perlu efisiensi dalam menyiapkan PON,” ungkap Pusat Sawarno.***