INSIBERNEWS - Banyaknya kontroversi mengenai PON XXI di Aceh-Sumut bukan lagi menjadi rahasia.
Dari mulai infrastruktur PON XXI yang belum rampung, makanan yang dinilai tidak layak, hingga transportasi atlet yang tidak memadai.
Ternyata dibalik kacaunya acara PON XXI, ada alasan tersendiri yang sangat krusial masalah anggaran.
Baca Juga: Lompat Dari Lantai 22 kampus Universitas Ciputra, Seorang Mahasiswi Mengakhiri Hidupnya
Diketahui bahwa sebentar lagi akan diadakan Pilkada serentak di Indonesia. Agenda politik ini membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.
Belum lagi pada tahun ini juga diselenggarakan Pemilu Nasional untuk pemilihan Presiden.
Jadi mau tidak mau, anggaran untuk PON XXI harus mengalah untuk kelancaran agenda politik tersebut.
Kegiatan kampanye, pengawasan, dan distribusi logistik membutuhkan anggaran yang besar, mengalihkan fokus dari sektor lain, termasuk olahraga.
Konsekuensi dari minimnya anggaran PON adalah kurang siapnya infrastruktur yang ada.
Kurangnya infrastruktur yang memadai juga mengurangi motivasi atlet. Ketika fasilitas yang tersedia tidak memenuhi standar, semangat juang mereka bisa menurun, dan hal ini berdampak pada mental dan fisik.
Baca Juga: PON XXI Aceh-Sumut Ternyata Miliki Anggaran Paling Kecil Sejak 2008, Alasan Infrastruktur Minim
Dampak lainnya adalah kesulitan dalam penyelenggaraan event. Dengan infrastruktur yang tidak memadai, PON berpotensi menjadi kurang menarik, mengurangi minat penonton dan sponsor.
Artikel Terkait
Kacau Balau PON Aceh-Sumut! Berikut Deretan Masalah yang Terjadi
PON XXI Dapat Anggaran Rp1,3 T Tapi Banyak Kekurangan, Panitia Lakukan Korupsi?
Sampai Pingsan! Ini Kronologi dan Profil Muhammad Rizki Saputra Pemain Sulteng yang Bogem Wasit di PON XXI Aceh-Sumut 2024
Panpel dan Wasit PON XXI Mogok Makan Karena hanya Dapat Nasi Keras dan Tempe Goreng
Bangga! Putri Irfan Hakim Sabet Mendali Emas Cabor Berkuda di Ajang PON 2024