Tak sampai selesai ketika ia meninggalkan tempat kelahirannya, pada 2018 Rusia juga memblokir telegram karena aplikasi tersebut menolak untuk mematuhi pemerintahan pengadilan untuk memberikan akses kepada layanan keamanan negara ke pesan terenkripsi milik penggunanya.
Hingga pada tahun 2020 pemblokiran dihentikan usai Telegram menyetujui untuk melawan terorisme dan ekstremisme di platformnya.
Nah, itulah profil singkat Pavel Durov yang merupakan pendiri sekaligus CEO telegram yang dikabarkan telah ditangkap polisi di Prancis.