INSIBERNEWS - Pendiri telegram Pavel Durov telah ditangkap oleh polisi Prancis pada Sabtu malam, 24/8/2024 ketika ia keluar dari jet pribadinya di bandara Le Bourget.
Pavel Durov ditahan oleh polisi Prancis atas tuduhan menggunakan platform untuk mendukung kegiatan teroris.
Dilansir INSIBERNEWS dari media sosial X, akun @BeijingDai, seorang geopolitik.
Baca Juga: Siap Nonton? Ini Harga Tiket Waterbomb Festival 2024 di Jakarta
Alih-alih telah ditangkap, pendiri telegram itu pada tahun 2011 pernah mengatakan bahwa pemerintah Rusia telah memintanya untuk menghapus akun-akun tokoh anti pemerintah di platform telegram.
Pada tahun 2014, setelah terjadinya kudeta Ukraina. Pavel Durov menolak memberikan informasi kepada pemerintah Rusia tentang pengguna yang terlibat dalam revolusi Ukraina .
Ditahun yang sama 2014, Pavel pergi meninggalkan Rusia dengan sebuah alasan bahwa Rusia tidak bisa mengikuti perkembangan zaman informasi.
Baca Juga: Galaunya Partai Nasdem, Gabung ke KIM Tapi Teriakkan Nama Anies Baswedan di Depan Jokowi
Pavel pindah ke Uni Arab Emiret (UAE) dengan memiliki dua kewarganegaraan, yaitu warga negara UAE dan Prancis.
Pavel juga tidak pernah berniat untuk kembali ke negaranya, Rusia.
Sebelum itu, Pavel juga pernah menolak Amerika Serikat dan Israel untuk memberikan informasi pengguna media sosial miliknya.
Kini, pendiri telegram yang memiliki jumlah kekayaan menurut forbes sebesar $15,5 miliar, telah ditahan oleh Prancis.***
Artikel Terkait
Cara Mempersiapkan Cita-Cita untuk Masa Depan
Pedas! Pengamat Politik Sindir Pelajaran Politik yang Bisa Diambil dari Kepemimpinan Jokowi
Apa Itu Jasa Forwarder? Panduan Lengkap untuk Memahami Peran dan Manfaatnya
Galaunya Partai Nasdem, Gabung ke KIM Tapi Teriakkan Nama Anies Baswedan di Depan Jokowi
Siap Nonton? Ini Harga Tiket Waterbomb Festival 2024 di Jakarta