INSIBERNEWS - Ternyata situasi politik sangat mempengaruhi kestabilan ekonomi dan bisa membuat keadaan ekonomi menjadi gawat.
Saat ini Indonesia dinilai sedang mengalami krisis politik yang serius. Sehingga banyak warga yang turun ke jalan untuk melakukan demo.
Pasalnya keputusan MK yang seharusnya bersifat final dan mengikat justru terkesan ingin dibelokkan oleh DPR.
Keputusan yang sedang menjadi perdebatan ini mengenai revisi UU Pilkada soal syarat usia dan juga ambang batas dukungan untuk pencalonan.
Dilansir InsiberNews dari akun Instagram @ngomonginuang (22/8/2024), jika keputusan MK berusaha untuk dibelokkan maka hal tersebut menandakan adanya ketidakpastian hukum pada kestabilan tata negara.
Krisis politik memiliki dampak signifikan terhadap ekonomi, karena ketidakstabilan politik menciptakan ketidakpastian yang mempengaruhi berbagai aspek kegiatan ekonomi.
Baca Juga: 7 Inspirasi Ruang Tamu Teras Rumah Minimalis yang Ideal untuk Hunian Kecil
Ketika sebuah negara menghadapi krisis politik, seperti pergolakan politik, perubahan pemerintahan mendadak, atau konflik sosial, efek langsung dan tidak langsung pada ekonomi bisa sangat besar.
Salah satu dampak utama dari krisis politik adalah penurunan kepercayaan investor.
Ketika situasi politik tidak stabil, investor cenderung merasa ragu untuk menanamkan modal atau melanjutkan investasi yang sudah ada.
Penurunan investasi ini dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan menciptakan ketidakpastian yang lebih lanjut.
Di samping itu, krisis politik sering kali menyebabkan volatilitas mata uang yang tinggi, yang dapat mengakibatkan inflasi dan mempengaruhi daya beli masyarakat.