Hal ini mungkin menjadi penghalang tambahan, terutama bagi peserta dari negara-negara berkembang atau untuk acara-acara yang tidak memiliki anggaran besar.
Baca Juga: Nurul Akmal Atlet Terakhir untuk Indonesia Tambah Medali di Olimpiade Paris
Selain itu, kebijakan ini bisa menimbulkan kebingungan dan frustrasi, karena penerima harus mengurus pembayaran tambahan serta proses administrasi yang mungkin tidak terduga.
Dari sudut pandang internasional, kebijakan ini bisa berdampak negatif terhadap citra negara, mengurangi motivasi untuk berpartisipasi dalam acara internasional, dan menghambat pertukaran budaya serta pengakuan prestasi global.
Oleh karena itu, penting bagi kebijakan Bea Cukai untuk mempertimbangkan dampak sosial dan budaya dari biaya masuk terhadap piala dan medali, dan mungkin mencari solusi yang lebih fleksibel agar penghargaan dapat diterima tanpa beban tambahan.
Baca Juga: Airlangga Bocorkan Inisial S akan Dampingi Ridwan Kamil di Pilgub Jakarta
Kemudian di sosial media ramai netizen yang memperingatkan Veddriq dan Rizki untuk berhati-hati terhadap biaya masuk yang akan dikenakan oleh Bea Cukai.
Menanggapi hal tersebut Start Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo buka suara melalui akun Twitternya @prastow pada 8 Agustus 2024.
Selain mengucapkan selamat kepada Veddriq Leonardo dan Rizki Juniansyah atas kemenangannya di masing-masing cabang olahraga, Yustinus Prastowo juga meyakinkan publik bahwa Bea Cukai akan memfasilitasi dan membebaskan bea masuk.
Baca Juga: Didepak Negara Asalnya Karena Kasus Burning Sun, Indonesia Malah Terima Seungri?
“Selamat Veddriq dan Rizki! Luar biasa capaian di Paris. Emas yang begitu bermakna bagi Indonesia,” ketik Yustinus Prastowo.
“Bea Cukai siap menyambut dengan penuh hormat, sukacita dan tentunya dengan fasilitas negara: dijamin semua yang diraih bebas bea! Kamu bangga!” lanjutnya.***