Hore! Kemenkeu Pastikan Medali Emas Veddriq dan Rizki Tidak Kena Biaya Bea Cukai

Photo Author
Awit Wiarni, Insibernews
- Sabtu, 10 Agustus 2024 | 10:11 WIB
Kemenkeu pastikan medali emas Veddriq dan Rizki tidak terkena biaya Bea Cukai (Instagram @smindrawati)
Kemenkeu pastikan medali emas Veddriq dan Rizki tidak terkena biaya Bea Cukai (Instagram @smindrawati)

INSIBERNEWS - Bea Cukai yang akhir-akhir ini dinilai pelayannya kurang memuaskan oleh masyarakat dikhawatirkan akan mengenakan Bea Cukai untuk medali emas yang diperoleh oleh Veddriq Leonardo dan Rizki Juniansyah di Olimpiade 2024 di Paris.

Jika nantinya Bea Cukai memberikan biaya kepada medali emas yang didapatkan oleh Veddriq Leonardo dan Rizki Juniansyah di Olimpiade 2024 maka ini dinilai tidak adil.

Karena bagaimanapun Veddriq Leonardo dan Rizki Juniansyah sudah membanggakan Indonesia dengan memenangkan medali emas pada Olimpiade 2024.

Baca Juga: Reschedule: Peramal Asal India Ini sempat sebut kiamat terjadi 29 Juni 2024, Namun di Undur 10 Agustus 2024

Veddriq Leonardo, atlet panjat tebing kategori male speed dan Rizki Juniansyah, atlet angkat besi kategori men’s 73 kg mendapatkan medali emas.

Sedangkan Gregoria Marissa menyumbangkan medali perunggu pada nomor bulutangkis single putri.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Bea Cukai sempat ramai diperbincangkan karena mengenakan pajak dan bea masuk kepada seorang WNI yang mendapatkan piala lomba menyanyi dari Jepang, padahal piala tersebut didapatkan gratis dan tidak ada hadiah uang dalam lombanya.

Baca Juga: Akankah Korea Utara Dan Korea Selatan Dapat Bersatu Dalam K–Drama Terbaru Love Andante?

Setelah itu ada juga seorang developer game asal Indonesia yang mengeluhkan hal yang sama pada sejumlah hadiah kemenangannya.

Bea Cukai merupakan lembaga pemerintah yang bertugas mengawasi dan mengatur peredaran barang impor dan ekspor serta mengenakan tarif bea masuk.

Kebijakan Bea Cukai yang mengenakan biaya masuk untuk piala atau medali penghargaan dapat menimbulkan dampak negatif, terutama bagi penerima penghargaan.

Baca Juga: Korea Selatan Terancam Kehilangan Generasi Mudanya?

Piala dan medali sering kali merupakan simbol prestasi yang diperoleh dengan susah payah, dan pengenaan biaya masuk untuk barang-barang ini dapat dianggap merugikan.

Bea masuk, pajak impor, atau biaya administrasi yang dikenakan bisa menambah beban finansial bagi individu atau organisasi yang menerima penghargaan.

Halaman:

Editor: Awit Wiarni

Sumber: Twitter

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X