INSIBERNEWS - Ratusan nyawa berhasil diselamatkan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tiba-tiba melanda kawasan Gunung Sumbing.
Sebanyak 152 pendaki dipastikan telah dievakuasi dan tiba di titik aman basecamp tanpa ada satu pun yang menderita cedera di tengah kepungan asap dan api.
Keberhasilan operasi penyelamatan ini dikonfirmasi langsung usai tim gabungan melakukan pengecekan berlapis di Basecamp Gajah Mungkur, Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar, Wonosobo.
Menjelang tengah malam pukul 23.30 WIB, petugas mencocokkan satu per satu wajah pendaki dengan buku registrasi awal guna menjamin tidak ada satupun nyawa yang tertinggal di atas gunung.
Baca Juga: Korupsi Dana Bencana Rp5,4 Miliar, KPK Ungkap Alasan 5 Tersangka Batal Dituntut Hukuman Mati
"Alhamdulillah, dari total 152 pendaki, semuanya sudah turun. Setelah kami cocokkan dengan data registrasi, tidak ada yang terlewat. Seluruh pendaki dalam keadaan sehat dan tidak ada yang mengalami kecelakaan maupun luka-luka," ungkap Kapolres Wonosobo, AKBP Ricky Pripurna Atmaja, pada Selasa (20/10/2026).
Proses penjemputan para pencinta alam ini nyatanya bukanlah misi yang mudah bagi tim SAR gabungan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama 40 personel ranger basecamp harus merangsek naik menembus jalur licin hingga ke titik Pos III, yang memakan waktu tempuh berjalan kaki sekitar enam jam perjalanan di bawah ancaman titik api.
Guna mencegah jatuhnya korban jiwa baru, otoritas keamanan langsung mengambil tindakan tegas dengan menutup total seluruh akses pintu pendakian Gunung Sumbing.
Polres Wonosobo kini tengah berkoordinasi intensif dengan Polres Temanggung dan Polresta Magelang untuk menyekat jalur dari berbagai arah kabupaten yang berbatasan langsung dengan gunung tersebut.
"Untuk saat ini, seluruh pendaki sudah aman. Prioritas kami adalah memastikan keselamatan mereka terlebih dahulu. Berbagai langkah mitigasi dan koordinasi lintas wilayah telah kami lakukan untuk mencegah risiko yang lebih besar," tegas Ricky.
Setelah misi kemanusiaan evakuasi tuntas, fokus aparat kini sepenuhnya beralih pada upaya memadamkan api yang hingga saat ini masih berkobar melahap vegetasi Sumbing.
Sebuah posko pusat kendali telah didirikan di Basecamp Gajah Mungkur, sembari aparat setempat berkoordinasi dengan jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah untuk mengerahkan armada pemadaman yang lebih masif.***