INSIBERNEWS - Kawasan wisata Canggu di Kabupaten Badung, Bali, yang biasanya hiruk-pikuk oleh aktivitas wisatawan mendadak terlihat lengang.
Pemandangan tak biasa ini mencuat di tengah krisis pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang memicu antrean panjang kendaraan bermotor di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pulau Dewata.
Kondisi sepinya salah satu destinasi favorit turis mancanegara tersebut terekam jelas dalam sebuah tayangan video yang diunggah oleh akun TikTok @ceritadibali_ pada Minggu (18/10/2026).
Kelangkaan bahan bakar ini diduga kuat mulai melumpuhkan mobilitas para pelancong yang sangat mengandalkan kendaraan sewaan untuk berpindah dari satu lokasi wisata ke lokasi lainnya.
Baca Juga: Polusi Kepung Ibu Kota, Pemprov DKI Siagakan Ratusan Fasilitas Kesehatan Tangani Pasien ISPA
Terhambatnya akses transportasi akibat sulitnya mendapatkan bensin tentu membawa efek domino yang merugikan sektor pariwisata daerah.
Jika krisis energi ini dibiarkan berlarut-larut, roda perekonomian masyarakat lokal yang menggantungkan hidupnya pada kunjungan wisatawan ke restoran, penginapan, dan pantai dipastikan akan ikut tersendat.
Menyoroti ancaman serius terhadap urat nadi ekonomi Bali tersebut, Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PAN, H. Totok Daryanto, mendesak pemerintah untuk segera mencari jalan keluar.
Ia mengingatkan bahwa krisis BBM di wilayah berstatus destinasi internasional tidak bisa dipandang sebelah mata karena berkaitan langsung dengan nama baik negara.
"Bagi Bali, kepastian pasokan BBM bukan hanya urusan energi, tetapi juga menyangkut kepercayaan wisatawan, keberlangsungan usaha masyarakat, dan reputasi pariwisata Indonesia," tegas Totok melalui keterangan tertulisnya menyikapi kelangkaan tersebut.
Menurut Totok, penghitungan kuota energi untuk Bali harus mempertimbangkan karakteristik wilayahnya yang unik.
Kebutuhan bahan bakar di Pulau Dewata tidak hanya diukur dari jumlah penduduk tetap, melainkan juga harus mengakomodasi tingginya mobilitas jutaan wisatawan, operasional transportasi umum, serta lonjakan aktivitas ekonomi pada musim liburan.
"Jangan sampai persoalan distribusi BBM yang seharusnya dapat diantisipasi justru menimbulkan kerugian ekonomi dan mengganggu citra Indonesia di mata dunia," ujar Totok yang turut menuntut pihak Pertamina agar bergerak cepat menuntaskan masalah antrean.***
Artikel Terkait
Sekolah Terapkan PJJ, MBG Bisa Tetap Disalurkan? Begini Mekanisme dari BGN
Tragis! Terjatuh Saat Mandi di Air Terjun Robo Sumbar, Wanita Asal Padang Pariaman Ditemukan Tewas
Terjebak Sejak Subuh di Parangkusumo, Upaya Warga Dorong Hiu Paus Raksasa ke Laut Berakhir Buntu
Merasa Sembuh Lalu Setop Minum Antibiotik, Apoteker Ingatkan Bahaya Bakteri Kebal dan Biaya Berobat Membengkak
Polusi Kepung Ibu Kota, Pemprov DKI Siagakan Ratusan Fasilitas Kesehatan Tangani Pasien ISPA