• Minggu, 18 Oktober 2026

Polisi Bongkar Makam Bayi 8 Bulan di Labura, Jenazah Diautopsi Usai Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual

Photo Author
- Minggu, 18 Oktober 2026 | 14:57 WIB
Ilustrasi ibu (Istimewa)
Ilustrasi ibu (Istimewa)
 

INSIBERNEWS - Kasus kematian tragis seorang bayi perempuan berusia delapan bulan di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, perlahan mulai diselidiki secara mendalam oleh aparat kepolisian.
 
Guna menguak tabir gelap di balik dugaan kekerasan seksual yang merenggut nyawa balita malang tersebut, tim penyidik akhirnya mengambil langkah proaktif dengan melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam korban.

Proses penggalian makam sekaligus autopsi ulang jenazah ini dieksekusi langsung oleh tim gabungan dari Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) dan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sumatera Utara.
 
 
Langkah pembuktian medis secara forensik ini dinilai sangat krusial untuk memastikan pemicu utama kegagalan organ yang menyebabkan korban meninggal dunia.

"Untuk mengetahui penyebab kematiannya, diekshumasi. Sudah kemarin itu sama Labfor dan Dokkes Polda. Motifnya belum ada ditetapkan. Jadi nunggu dari ekshumasi itu dulu nanti, baru pengembangan lainnya," ungkap Kasi Humas Polres Labuhanbatu, AKP Aswin Irwan, pada Minggu (18/10/2026).

Sembari menanti hasil autopsi keluar, pihak kepolisian secara maraton terus memeriksa sejumlah saksi kunci untuk melacak jejak pelaku pencabulan biadab tersebut.
 
Penyelidikan ini menyasar lingkungan terdekat korban, mengingat polisi hingga saat ini belum menetapkan satu pun tersangka yang bertanggung jawab atas luka fatal yang diderita sang bayi.
 

Rentetan tragedi memilukan ini sendiri mulai terendus ketika orang tua korban melarikan buah hati mereka ke rumah sakit dengan keluhan muntah dan diare pada awal Oktober lalu.
 
Alangkah terkejutnya tim perawat dan dokter jaga ketika melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh, di mana mereka justru menemukan adanya luka robekan parah pada bagian sensitif korban.

"Setelah dicek di rumah sakit, rupanya anus korban itu telah robek dan sedikit bernanah akibat kekerasan benda tumpul serta infeksi bagian usus," beber Aswin menjelaskan temuan medis yang membuat nyawa bayi tak berdosa itu akhirnya tak tertolong.
 

Penelusuran latar belakang keluarga menunjukkan bahwa balita tersebut kerap dititipkan di rumah sang nenek lantaran kedua orang tuanya sibuk mengais rezeki sebagai pekerja harian.
 
Di rumah penitipan yang jaraknya tak seberapa jauh dari kediaman orang tuanya itu, korban diketahui berinteraksi dengan sejumlah anggota keluarga dewasa lainnya yang kini keberadaannya turut didalami oleh tim penyidik.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X