Sementara itu, sekitar 14 hektare lainnya masih berupa kawasan berhutan yang dipenuhi semak belukar. Kondisi lahan tersebut membuat api lebih mudah merambat ketika terjadi kebakaran.
"Hampir semua" area dari 14 hektare kawasan tersebut terdampak kebakaran, meski titik api tersebar di sejumlah lokasi. Salah satu area yang terdampak cukup luas diperkirakan mencapai sekitar 2 hektare.
Berbagai upaya dilakukan untuk mengendalikan kebakaran di sekitar RSJ Sambang Lihum. Selain pemadaman, pembersihan atau clean clearing lahan juga dilakukan untuk mengurangi potensi munculnya kembali titik api dan asap.
Baca Juga: Cekcok Biaya Pengobatan Anak Berujung Maut, ASN di OKI Tewas Ditikam Istri di Halaman Masjid
Posko penanganan karhutla turut didirikan di kawasan rumah sakit pada Rabu (23/9/2026), setelah proses evakuasi pasien dilakukan.
Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin mengatakan pembersihan area diperlukan karena titik api masih dapat muncul kembali setelah sebelumnya berhasil dipadamkan.
"Kita mulai posko di sini. Kemudian besok kita clean clearing di sini, supaya jangan ada lagi asap," ujar Muhidin saat meninjau kondisi RSJ Sambang Lihum.
Baca Juga: Dikomandoi Sufmi Dasco, DPR dan Pemerintah Sepakati RUU Reforma Agraria Maju ke Paripurna
Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar area di sekitar rumah sakit lebih aman dan tidak kembali dipenuhi asap akibat bara atau titik api yang tersisa.
Penanganan karhutla di sekitar RSJ Sambang Lihum saat ini melibatkan tim gabungan dari berbagai unsur terkait. Pemadaman dan pengawasan dilakukan untuk mencegah api kembali merambat mendekati bangunan rumah sakit maupun fasilitas masyarakat lainnya. ***