INSIBERNEWS – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel) terus meluas. Kobaran api bahkan mulai mendekati sejumlah fasilitas umum, termasuk Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum, Kabupaten Banjar.
Kondisi tersebut terjadi setelah kawasan rumah sakit diselimuti kabut asap pekat pada Selasa (22/9/2026).
Api yang merambat di sekitar area RSJ membuat pihak rumah sakit mengambil langkah evakuasi terhadap pasien untuk mencegah risiko yang lebih besar.
Baca Juga: Isu Duet Dedi Mulyadi dan Gibran di Pilpres 2029 Ramai, Jawaban KDM Justru di Luar Dugaan
Situasi karhutla di sekitar RSJ Sambang Lihum sempat terekam dalam sebuah video yang kemudian beredar di media sosial.
Dalam rekaman yang diunggah akun Threads @deelsohaneul pada Selasa (22/9/2026), terlihat kobaran api cukup besar dari salah satu ruangan rawat inap.
Pihak RSJ Sambang Lihum kemudian melakukan evakuasi internal terhadap sekitar 167 pasien. Mereka dipindahkan ke sejumlah ruangan yang dinilai masih aman dari paparan asap dan ancaman api.
Direktur RSJ Sambang Lihum, Yuddy Riswandhy Noora, mengatakan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) untuk menyiapkan lokasi alternatif apabila kondisi di sekitar rumah sakit belum memungkinkan.
Baca Juga: Kecolongan Kasus Asusila di Ponpes Lombok Tengah, Kemenag NTB Baru Bertindak Usai Viral
Salah satu lokasi yang disiapkan yakni aula Balai Rehabilitasi Sosial. Tempat tersebut diperkirakan mampu menampung hingga sekitar 150 orang.
Lokasi alternatif itu berada di luar kompleks RSJ Sambang Lihum dan dapat digunakan apabila kondisi kebakaran serta asap di sekitar rumah sakit belum sepenuhnya terkendali.
Yuddy menjelaskan, kebakaran di kawasan RSJ Sambang Lihum sebenarnya telah terjadi sejak pekan sebelumnya. Namun, kondisi api semakin parah hingga akhirnya mulai mendekati bangunan rumah sakit.
Baca Juga: 12 Tahun Menikah, Sara Wijayanto Resmi Gugat Cerai Demian Aditya di PA Jakarta Selatan
Menurut dia, luas lahan RSJ Sambang Lihum mencapai sekitar 20 hektare. Dari total area tersebut, sekitar 6 hektare dimanfaatkan untuk bangunan dan fasilitas rumah sakit.
Artikel Terkait
Bongkar Skandal Pemerasan Rp11,14 Miliar, Ini Alasan KPK Hanya Tetapkan Bupati Bolmut Jadi Tersangka Tunggal
Tutup Celah Pencucian Uang Triliunan Rupiah, IMC Desak Aturan Judi Online Masuk RUU Perampasan Aset
Tragedi Uang Setoran Berujung Petaka, Sopir Truk di Bali Kritis Dibakar Bos Sendiri
Kecolongan Kasus Asusila di Ponpes Lombok Tengah, Kemenag NTB Baru Bertindak Usai Viral
Isu Duet Dedi Mulyadi dan Gibran di Pilpres 2029 Ramai, Jawaban KDM Justru di Luar Dugaan