INSIBERNEWS - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memicu keprihatinan setelah insiden keracunan massal terjadi di wilayah Kabupaten Karo, Sumatera Utara. P
ada Kamis (13/8/2026), ratusan pelajar dari sejumlah sekolah menengah di Berastagi mendadak tumbang dan mengeluhkan mual usai menyantap hidangan makan siang.
Kejadian tak terduga ini seketika menciptakan gelombang kepanikan luar biasa di lingkungan sekolah dan sekitarnya.
Suasana evakuasi para korban berlangsung sangat tegang dan rekamannya cepat viral di berbagai platform media sosial, termasuk yang diunggah oleh akun Instagram @fakta_medan.
Deretan ambulans silih berganti memasuki gerbang SMA Negeri 1 Berastagi dengan bunyi sirene yang saling bersahutan.
Gelombang penjemputan siswa yang kondisinya kian melemas ini memakan waktu cukup panjang dan intensif, yakni dari pukul 13.00 WIB hingga 16.00 WIB.
Sesampainya di fasilitas kesehatan rujukan, kekalutan tidak juga mereda. Instalasi Gawat Darurat (IGD) penuh sesak oleh puluhan siswa yang terpaksa dibopong menggunakan tandu darurat hingga kursi roda karena fisik mereka tak lagi sanggup menopang.
Jeritan menahan pusing dan isak tangis anak-anak yang ketakutan terdengar menggema memenuhi seisi ruangan di sela-sela kesibukan para tenaga medis memberikan pertolongan.
Kepala Cabang Dinas Wilayah IV, Zulkarnain Barus, menyebutkan bahwa pendataan korban masih terus diperbarui karena antrean siswa yang terdampak terus bertambah.
Berdasarkan laporan sementara, setidaknya 269 anak dipastikan keracunan dengan rincian 204 siswa SMAN 1 Berastagi, 40 anak dari SMK Swasta Bersama, dan 25 siswa SMA Swasta Bersama.
"Data ini kemungkinan masih terus bertambah ya," ujar Zulkarnain saat memberikan perkembangan situasi kepada awak media.
Mengingat jumlah korban yang sangat masif, penanganan darurat terpaksa dipecah ke beberapa titik layanan kesehatan terdekat agar seluruh anak tertangani secara maksimal.
Para pelajar tersebut saat ini tengah menjalani observasi serta perawatan medis di Rumah Sakit Efarina Berastagi, RSU Amanda Berastagi, Rumah Sakit Kabanjahe, dan Puskesmas Berastagi.
Tragedi ini langsung memantik reaksi keras dari jajaran pemerintah pusat. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, memastikan bahwa pihaknya mengambil langkah tegas dengan membekukan operasional fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pembuat makanan terkait.
"Pokoknya kita cek, dapur kita suspen, kemudian Kepala SPPG-nya kita copot," tegas Sudaryono saat dimintai keterangan di Kantor Kemendagri, Jakarta.
Baca Juga: Sempat Viral Tolak Pasang Bendera, Tukang Cukur Bogor Minta Maaf: 'Indonesia Sudah Merdeka!'
Lebih lanjut, tim investigasi BGN akan mengecek kepatuhan pengelola terkait standar prosedur, termasuk ihwal ketersediaan label batas waktu konsumsi pada makanan.
Sudaryono memberikan peringatan keras bahwa sanksi pamungkas sudah disiapkan jika ditemukan adanya kelalaian fatal.
"Kemudian kalau perlu, kalau dia memang secara ada kesengajaan unsur ini unsur itu ya kepala SPPG-nya pun bisa kita pecat, dapurnya kita tutup permanen," pungkasnya tanpa kompromi.***