INSIBERNEWS - Menghadapi rentetan musibah kebakaran yang belakangan ini kian marak menggerogoti sejumlah wilayah Ibu Kota, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengambil langkah darurat yang tegas.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menginstruksikan seluruh jajaran pengurus Rukun Warga (RW) agar segera membekali lingkungan mereka masing-masing dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai benteng pertahanan tahap awal.
Kebijakan turun gunung ini dinilai sangat krusial mengingat karakteristik permukiman padat di Jakarta yang sering kali menyulitkan armada pemadam kebakaran untuk merapat dengan cepat ke titik api. Terkait inisiatif pencegahan tersebut, sang gubernur menegaskan bahwa instruksi wajib pengadaan peranti pemadam ini telah dibahas secara matang dan resmi.
Baca Juga: Gebrakan Wamen PKP Fahri Hamzah: 'Sulap Lahan Nganggur BUMN Jadi Rumah Subsidi Murah di Tengah Kota'
"Kemarin dalam Rapat Paripurna, secara khusus saya sudah meminta untuk antisipasi yang pertama, seluruh RW harus punya APAR. Yang kedua, tindakan preventif harus dilakukan," urai Pramono Anung saat memaparkan kebijakannya kepada awak media di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Minggu (9/8/2026).
Fenomena amukan api di daerah metropolis ini rupanya kerap dipicu oleh hal-hal yang justru sering terabaikan oleh masyarakat luas. Berdasarkan evaluasi dari pemerintah daerah, cuaca ekstrem yang memicu suhu panas memuncak serta maraknya kelalaian pada instalasi kelistrikan warga menjadi biang kerok utama yang paling sering melahirkan percikan api perenggut harta benda.
"Terutama kebakaran di Jakarta, kalau yang sebelumnya rata-rata karena kekeringan, kedua karena korsleting, itulah yang kemudian Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan juga dinas terkait saya minta untuk menyiagakan," tegas Pramono mengingatkan kembali akan pentingnya kewaspadaan ekstra di tingkat akar rumput.
Baca Juga: Rieke Diah Pitaloka Desak Polisi Usut Tuntas Kematian Winda Lorenza, Soroti Sejumlah Kejanggalan
Di sisi lain, atensi publik saat ini juga tengah tersorot tajam pada insiden kebakaran mengejutkan yang baru saja melalap sebagian area Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta. Menanggapi musibah tak terduga di instansi pemerintahan tersebut, Pramono memilih bersikap hati-hati untuk tidak berspekulasi lebih jauh dan mempercayakan proses investigasinya kepada pihak kepolisian.
"Nah, yang kejadian kemarin di kantor Badan Pendapatan Daerah, karena masih ditangani polisi, saya belum bisa menyampaikan apa penyebab utamanya," pungkasnya memberikan kejelasan. Ke depannya, Pemprov DKI berjanji akan terus berkomitmen mempercepat langkah mitigasi melalui sinergi BPBD dan masyarakat luas demi melindungi warga Jakarta dari ancaman bencana kebakaran.***