"Negosiasi pada tahap ini bukanlah penyerahan diri," tegas Ghalibaf, seraya menuding Amerika Serikat tengah berupaya merusak kesepakatan gencatan senjata sementara yang selama ini mengatur kendali atas jalur air Selat Hormuz.
Baca Juga: Diduga Sering Dibully, Pelajar Pembuat Bom Rakitan di Sekolah Ternyata Incar Teman Sekelasnya
Harga mahal dari konflik tak berkesudahan ini sayangnya harus dibayar dengan nyawa. Media pemerintah Iran melaporkan setidaknya tujuh prajurit tewas dalam gempuran di wilayah tenggara, sementara Juru Bicara Pemerintah, Fatemeh Mohajerani, membeberkan bahwa serangan AS telah merenggut nyawa lebih dari 30 warga sipil dalam beberapa hari terakhir, sebuah tragedi kemanusiaan yang hingga kini masih enggan dikomentari oleh pihak CENTCOM.***