INSIBERNEWS - Harga minyak dunia kembali melesat setelah Amerika Serikat melancarkan gelombang terbaru serangan militer ke Iran pada Rabu (8/7/2026) malam waktu setempat.
Aksi tersebut langsung memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi terganggunya pasokan energi global, sehingga mendorong harga minyak naik tajam dalam perdagangan setelah penutupan pasar.
Kenaikan terlihat pada dua acuan utama minyak dunia.
Baca Juga: Bongkar Mortir Aktif Pakai Palu hingga Meledak, 3 Orang di Bandung Tewas Terkapar
Harga minyak mentah Brent tercatat diperdagangkan di level USD79,28 per barel dalam sesi setelah penutupan, setelah sebelumnya mengakhiri perdagangan reguler dengan lonjakan lebih dari 5 persen ke posisi USD78,02 per barel.
Capaian tersebut menjadi level tertinggi dalam lebih dari dua pekan terakhir.
Sentimen pasar sebenarnya sudah menguat sejak Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan peringatan keras kepada Iran.
Ia mengisyaratkan kemungkinan serangan lanjutan dapat dilakukan paling cepat pada Rabu malam apabila situasi tidak menunjukkan perkembangan yang diharapkan.
Baca Juga: Trump Sebut Genjatan Senjata dengan Iran Sudah Berakhir, Timur Tengah Mulai Panas Lagi
Dalam pernyataannya, Trump juga menegaskan bahwa kesepakatan sementara yang sebelumnya menjadi dasar penghentian konflik dengan Iran kini dianggap telah berakhir.
Meski demikian, ia mengeklaim pemerintahannya tidak menginginkan pecahnya perang dalam skala yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Pelaku pasar menilai meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah berpotensi mengganggu distribusi minyak dari kawasan tersebut.
Kondisi itu membuat investor memilih memburu aset energi sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terganggunya pasokan minyak dunia apabila konflik terus bereskalasi.
Baca Juga: Bos MNC Hary Tanoesoedibjo Terseret Diduga Aniaya Pegawai, Korban Akui Ditampar hingga Dipermalukan
Artikel Terkait
Polisi Bongkar Brankas Rahasia di Restoran Cipete, Isinya Dolar AS-Singapura
Iran Ultimatum AS, Selat Hormuz Terancam Ditutup Total Jika Ada Serangan Baru
SADIS! Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu Dieksekusi Pakai Palu, Tersangka Divonis Hukuman Mati
Terkuak Temuan Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M, Begini Kronologi Penggeledahan Kasus Korupsi Batu Bara
Bongkar Mortir Aktif Pakai Palu hingga Meledak, 3 Orang di Bandung Tewas Terkapar