news

Mencekam! Serangan Udara AS Guncang Lima Kota Iran, Pasien Kanker Anak Terpaksa Dievakuasi

Kamis, 16 Juli 2026 | 08:20 WIB
Balas Serangan Amerika, Iran Luncurkan Rudal dan Drone ke Pangkalan Militer AS di Bahrain dan Kuwait (Istimewa)

INSIBERNEWS - Situasi di Timur Tengah semakin memanas setelah gelombang ledakan dahsyat kembali mengguncang sedikitnya lima kota di Iran pada Rabu malam waktu setempat.

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) secara resmi mengonfirmasi peluncuran serangkaian serangan udara mematikan yang menyasar berbagai wilayah strategis di negara tersebut, menandai fase baru eskalasi militer antar kedua belah pihak.

Dampak paling memilukan dari serangan ini dirasakan di kota Ahvaz. Berdasarkan laporan Kantor Berita Mehr, salah satu proyektil mematikan milik AS jatuh meledak di area yang sangat dekat dengan sebuah rumah sakit khusus kanker anak.

Insiden ini sontak memicu kepanikan luar biasa, memaksa staf medis untuk bergegas mengevakuasi para pasien kecil yang tengah berjuang melawan penyakit mematikan di tengah ketakutan akibat gempuran udara.

Baca Juga: Start Persiapan Haji 2027: Skema Subsidi Diperbesar, Syarat Fisik Calon Jemaah Bakal Makin Ketat

Teror dari udara nyatanya tidak hanya menyasar Ahvaz, sebab rentetan ledakan juga dilaporkan meluluhlantakkan sejumlah titik di kota pelabuhan Chabahar.

Kantor Berita IRNA menyebutkan bahwa wilayah di sekitar pesisir Bandar Abbas turut menjadi sasaran tembak, sementara laporan dari Tasnim menambahkan bahwa ledakan serupa juga terdengar menggema di kota Rask dan Konarak yang berada di bagian tenggara negara tersebut.

Eskalasi pertempuran yang kian brutal ini tidak lepas dari sengketa perebutan pengaruh atas Selat Hormuz, jalur air yang sangat krusial bagi lalu lintas energi dunia.

Pentagon berdalih bahwa gempuran bertubi-tubi ini sengaja dilancarkan demi melumpuhkan kapasitas militer Iran, yang menurut kacamata Washington, kerap mengancam kebebasan navigasi kapal-kapal komersial di perairan tersebut.

Konflik yang kini telah memasuki bulan kelima ini rupanya melenceng jauh dari kalkulasi awal Presiden AS, Donald Trump, yang sebelumnya sesumbar bisa mengakhiri perang hanya dalam hitungan minggu.

Baca Juga: Terseret Kasus Febrie Adriansyah, Pengacara Yuenchi Arwindi Bantah jadi Tempat Penyimpanan Aset

Ketidakpastian strategi Washington semakin terlihat ketika militer AS tiba-tiba menerapkan kembali blokade laut terhadap pelabuhan Iran, padahal sebelumnya wacana pengenaan bea masuk di Selat Hormuz justru sempat dibatalkan.

Menyikapi situasi yang semakin mengancam kedaulatan negaranya, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengeluarkan pandangan yang cukup lugas.

Ia mengakui bahwa saat ini negaranya sedang menghadapi sebuah perang eksistensial, namun di sisi lain, ia menegaskan bahwa Teheran masih membuka celah untuk menempuh penyelesaian diplomasi demi mencegah jatuhnya korban yang lebih besar.

Halaman:

Tags

Terkini