news

Rupiah Tancap Gas di Awal Pekan, Menguat Tajam Meski Tekanan Global Belum Reda

Senin, 29 Juni 2026 | 11:50 WIB
Rupiah menguat tipis (Istimewa)

INSIBERNEWS - Nilai tukar rupiah memulai perdagangan awal pekan dengan performa yang cukup menggembirakan. Pada pembukaan pasar Senin (29/6/2026), mata uang Garuda berhasil menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS), menunjukkan optimisme pelaku pasar di tengah kondisi ekonomi global yang masih dibayangi berbagai ketidakpastian.

Berdasarkan data perdagangan pasar spot, rupiah dibuka di level Rp17.865 per dolar AS atau menguat sekitar 0,32 persen dibandingkan posisi penutupan akhir pekan lalu yang berada di kisaran Rp17.922 per dolar AS.

Penguatan tersebut kemudian berlanjut pada sesi perdagangan pagi, ketika rupiah sempat menyentuh level sekitar Rp17.840 per dolar AS atau menguat hampir 85 poin.

Baca Juga: Komisi Ojol Maksimal 8 Persen Mulai Berlaku 1 Juli, Menhub Tegaskan Baru untuk Layanan Roda Dua

Pergerakan positif ini menjadi perhatian pelaku pasar karena terjadi di tengah sentimen eksternal yang masih cenderung kurang mendukung. Sejumlah faktor global, mulai dari dinamika suku bunga Amerika Serikat, ketegangan geopolitik, hingga perlambatan ekonomi di beberapa negara besar, masih menjadi tantangan bagi mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai penguatan rupiah kali ini cukup menarik. Menurutnya, mata uang domestik mampu menunjukkan ketahanan yang baik meski dihadapkan pada berbagai sentimen negatif dari luar negeri yang biasanya memberi tekanan terhadap nilai tukar.

"Penguatan rupiah hari ini cukup menarik karena mampu mengabaikan sejumlah sentimen eksternal yang sebenarnya kurang menguntungkan bagi mata uang emerging market," ujar Ibrahim.

Baca Juga: Infus hingga Dugaan Tato Paksa, Polisi Bongkar Fakta Baru Kasus Penyekapan YTR di Bandung

Selain dipengaruhi sentimen global, pergerakan rupiah juga ditopang oleh meningkatnya kepercayaan investor terhadap kondisi ekonomi nasional. 

Stabilitas inflasi, prospek pertumbuhan ekonomi yang masih terjaga, serta langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar dinilai turut memberikan dorongan positif terhadap pergerakan mata uang domestik.

Meski demikian, para pelaku pasar tetap diminta mewaspadai potensi volatilitas dalam beberapa hari ke depan. Perkembangan kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (The Fed), pergerakan harga komoditas dunia, hingga situasi geopolitik internasional masih berpotensi memengaruhi arah pergerakan rupiah. Karena itu, penguatan yang terjadi pada awal pekan ini dipandang sebagai sinyal positif, namun tetap perlu diiringi kewaspadaan terhadap dinamika pasar global.(*)

Tags

Terkini