news

AS Balas Serangan di Selat Hormuz, Jet Tempur Gempur Target Militer Iran

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:36 WIB
Ketegangan di Selat HormuZ (REUTERS)

INSIBERNEWS - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke sejumlah sasaran militer di Iran.

Aksi tersebut diklaim sebagai respons atas serangan terhadap sebuah kapal dagang yang sedang melintas di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi distribusi energi dunia.

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi tersebut menargetkan sejumlah fasilitas militer Iran, termasuk gudang penyimpanan rudal, depot drone tempur, serta instalasi radar pantai yang berada di sekitar Selat Hormuz.

Baca Juga: Komnas Perempuan Soroti Kasus YTR, Nilai Belum Memenuhi Unsur Penyiksaan Menurut Konvensi PBB

Serangan dilakukan menggunakan pesawat tempur untuk melumpuhkan kemampuan militer yang dinilai mengancam keamanan pelayaran internasional.

Seorang pejabat senior Amerika Serikat mengungkapkan kepada media setempat bahwa enam pesawat tempur dikerahkan dalam operasi tersebut. Empat titik di wilayah pesisir Iran, termasuk kawasan yang menghadap Pulau Qeshm, menjadi sasaran utama serangan sebagai bentuk balasan atas insiden yang menimpa kapal komersial beberapa jam sebelumnya.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuding Iran telah melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan meluncurkan sedikitnya empat drone serang ke arah kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Menurut Trump, tiga drone berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan AS, sementara satu lainnya menghantam sebuah kapal kargo hingga menyebabkan kerusakan pada bagian anjungan.

Baca Juga: Sokong Ketahanan Energi Nasional, Pertamina Datangkan 450 Ribu Barel Minyak Mentah dari Aljazair

Saat dimintai keterangan mengenai kemungkinan langkah lanjutan Washington, Trump hanya memberi jawaban singkat bahwa publik akan segera mengetahuinya. Senada dengan itu, Wakil Presiden JD Vance menegaskan bahwa setiap tindakan kekerasan terhadap kepentingan Amerika Serikat akan dibalas secara tegas dan meminta Iran menempuh jalur diplomatik apabila memiliki keberatan terhadap pelaksanaan kesepakatan yang telah disepakati.

Sebelumnya, Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan sebuah kapal dagang mengalami kerusakan setelah terkena proyektil saat berlayar di perairan lepas pantai Oman.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut memicu kekhawatiran baru terhadap keamanan jalur perdagangan internasional yang setiap harinya dilalui jutaan barel minyak dan berbagai komoditas penting dunia.

Baca Juga: Bandara Maiquetia Ditutup Setelah Gempa Besar Mengguncang Venezuela

Di sisi lain, media pemerintah Iran melaporkan terdengarnya ledakan di Kota Sirik, Provinsi Hormozgan, yang berada di pesisir Selat Hormuz. Hingga kini, otoritas Teheran belum memberikan pernyataan resmi mengenai penyebab ledakan tersebut maupun menanggapi klaim Amerika Serikat terkait serangan udara yang disebut menyasar sejumlah fasilitas militer di wilayah Iran.(*)

Tags

Terkini