news

Nikah Cuma Dua Minggu, Mantan Istri Taufik Hidayat Beberkan Sikap Kasar dan Posesif Mantan Suaminya

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:47 WIB
Mantan Istri Taufik Hidayat, Susi. (Dok. YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL)

INSIBERNEWS - Lembaran masa lalu yang penuh kepedihan kembali terkuak ke hadapan publik dari kehidupan seorang perempuan bernama Susi.

Mantan istri dari Taufik Hidayat, pria yang kini tengah terjerat kasus hukum atas dugaan penganiayaan serta penyekapan, memilih untuk mulai bersuara dan membongkar tabiat buruk tersembunyi dari sang mantan suami selama mereka masih bersama.

Hubungan rumah tangga yang mereka bina pada tahun 2015 silam sejatinya berjalan sangat singkat, karena harus kandas melalui keputusan perceraian setelah baru berjalan selama dua minggu. Kendati ikatan sakral tersebut hanya seumur jagung, waktu yang amat pendek itu nyatanya telah menorehkan trauma mendalam serta menjadi pengalaman hidup paling pahit bagi Susi.

Baca Juga: Bantu Tersangka Menyerahkan Diri, Mantan Atasan Taufik Tolak Hadiah Rp250 Juta dari Dedi Mulyadi

Susi membeberkan bahwa mantan suaminya itu memiliki perangai yang temperamental dan kerap bertindak kasar secara verbal maupun fisik apabila kehendaknya tidak segera dituruti. Salah satu pemicu utama kemarahan pria tersebut sering kali terjadi ketika Susi menolak untuk melayani permintaan hubungan suami istri karena kondisi tertentu.

"Kalau dia minta, suka marah-marah, suka banting helm sama sepatu," ungkap Susi dengan nada getir saat menceritakan kembali memori kelamnya tersebut, sebagaimana dikutip dari tayangan di kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.

Tak hanya memiliki emosi yang meledak-ledak, Taufik juga digambarkan sebagai sosok pasangan yang memiliki sifat protektif berlebihan serta pencemburu buta terhadap aktivitas istrinya.

Baca Juga: Taufik Hidayat Tertangkap, Dedi Mulyadi Buka Suara soal Sayembara Rp250 Juta

Sikap posesif yang ekstrem tersebut membuat ruang gerak Susi menjadi sangat terbatas, bahkan ia kerap kali dilarang keras untuk sekadar melangkah keluar rumah atau berinteraksi dengan lingkungan sosial.

Akibat tekanan psikologis yang terus-menerus mendera, fondasi pernikahan mereka akhirnya runtuh total meskipun saat itu Susi diketahui tengah mengandung buah hati mereka.

Pasca-perpisahan tersebut, Susi harus menguatkan hati untuk berjuang seorang diri membesarkan dan mendidik anak kandungnya tanpa kehadiran figur seorang ayah di sisi mereka.

Ironisnya, hingga sang buah hati tumbuh besar dan kini telah menginjak usia 10 tahun, Taufik dikabarkan sama sekali tidak pernah datang berkunjung ataupun menunjukkan iktikad baik untuk menemui darah dagingnya sendiri. ***

Tags

Terkini