news

Ogah Lewat Meja Hijau, Trump Bakal Bombardir Jika Iran Nekat Ingkar Janji Perdamaian

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:03 WIB
Donald Trump - Presiden Amerika Serikat (foto: Istimewa)

INSIBERNEWS - Panggung politik internasional kembali memanas setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan pernyataan yang cukup menyengat terkait komitmen damai Iran.

Orang nomor satu di Washington tersebut menegaskan bahwa negaranya tidak akan tinggal diam dan siap mengerahkan kekuatan militer dalam skala besar apabila Teheran terbukti mengkhianati poin-poin kesepakatan yang telah disepakati bersama.

Baca Juga: Misteri Kematian Lansia di Taman Pramuka Tangerang, Ditemukan Terikat Kawat dan Sudah Membusuk

Langkah diplomasi konvensional atau penyelesaian lewat meja hijau tampaknya sama sekali tidak masuk dalam radar pertimbangan Trump kali ini.

Dengan gaya bicaranya yang lugas, ia mengisyaratkan bahwa jalur hukum formal dirasa terlalu lamban dan tidak efektif untuk merespons sebuah pelanggaran perjanjian strategis yang menyangkut keamanan negara.

"Reaksi apa lagi yang akan saya lakukan? Apakah saya akan mengatakan 'Saya akan membawa Anda ke pengadilan? Biarkan saya menuntut Anda?'"

Baca Juga: Ricuh Saat Eksekusi Eks Hotel Sultan, Massa Lempari Petugas hingga Water Cannon Dikerahkan

"Tentu tidak, kami akan membombardir mereka habis-habisan jika mereka melanggar kesepakatan," ucap Trump ketus, sebagaimana dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia pada Kamis (18/6).

Pernyataan bernada ancaman ini sengaja dilemparkan ke publik bukan tanpa alasan yang jelas.

Trump ingin mengirimkan sinyal kuat sekaligus pesan yang benderang agar pemerintahan Iran benar-benar memahami risiko fatal serta konsekuensi berat yang harus mereka tanggung jika nekat bermain api dengan perjanjian tersebut.

Baca Juga: Skandal MBG Memanas, Motor Listrik hingga Tablet Diduga Jadi Objek Korupsi

Meskipun narasi yang dibangunnya terdengar sangat agresif dan mengundang kekhawatiran global, sang presiden berdalih bahwa opsi angkat senjata bukanlah tujuan utama yang ia dambakan. Di balik ketegasannya, ada harapan agar ketegangan ini tidak berujung pada pertumpahan darah, asalkan komitmen awal tetap dijaga.

“Saya tidak ingin melakukan itu, tetapi kami akan membombardir mereka jika mereka melanggar,”

“Saya ingin mereka menghormati kesepakatan itu,” pungkas Trump memberikan penekanan pada akhir kalimatnya.

Halaman:

Tags

Terkini