news

IRGC Umumkan Penutupan Kembali Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Terancam Melonjak!

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:54 WIB
Selat Hormuz ditutup kembali (Ilustrasi/istimewa )

INSIBERNEWS - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Islamic Revolutionary Guard Corps atau IRGC mengumumkan penutupan Selat Hormuz bagi seluruh aktivitas pelayaran.

Keputusan tersebut diumumkan menyusul meningkatnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga: Dasco Bocorkan Jurus Pemerintah, Rupiah Diprediksi Menguat dalam Waktu Dekat

Dalam pernyataan yang disebarkan melalui saluran resmi mereka, IRGC menyebut penutupan berlaku segera untuk seluruh jenis kapal, termasuk kapal tanker minyak, kapal kargo, maupun kapal komersial lainnya.

Iran beralasan langkah tersebut diambil karena situasi keamanan di kawasan yang dinilai semakin memburuk.

Tak hanya mengumumkan blokade, IRGC juga memperingatkan bahwa setiap kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz tanpa izin dapat dianggap sebagai ancaman dan berpotensi menjadi sasaran tindakan militer. Pernyataan tersebut langsung memicu perhatian pelaku pasar dan komunitas internasional.

Baca Juga: Harga Pertamax Melonjak, DPR Siap Panggil Pertamina dan Kementerian ESDM

Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia. Sebagian besar ekspor minyak mentah dan gas alam dari negara-negara Teluk melewati kawasan tersebut sebelum dikirim ke berbagai negara di Asia, Eropa, dan wilayah lainnya. Gangguan di jalur ini berpotensi memengaruhi pasokan energi global.

Data sejumlah lembaga keuangan internasional menunjukkan aktivitas pelayaran di kawasan itu memang telah menurun sejak konflik regional meningkat.

Ketidakpastian keamanan membuat sebagian perusahaan pelayaran dan operator tanker memilih mengurangi frekuensi perjalanan melalui rute tersebut.

Baca Juga: Heboh Dugaan Intimidasi TNI untuk Proyek Koperasi Merah Putih di Ende, Kodam Bantah Ada Kekerasan

Menurut IRGC, keputusan penutupan Selat Hormuz merupakan respons atas serangan terbaru yang mereka tuduhkan dilakukan Amerika Serikat terhadap sejumlah wilayah di Provinsi Hormozgan, Iran selatan.

Iran menilai tindakan Washington sebagai bentuk eskalasi yang mengancam stabilitas kawasan.

Di tengah situasi tersebut, perhatian dunia kini tertuju pada perkembangan di Selat Hormuz. Banyak pihak khawatir ketegangan yang terus meningkat dapat berdampak pada harga energi, perdagangan internasional, serta stabilitas ekonomi global apabila konflik tidak segera mereda.***

Tags

Terkini