Menurutnya, Babinsa ditugaskan membantu pengamanan sekaligus memediasi warga agar situasi tetap kondusif dan tidak terjadi ketegangan di tengah masyarakat.
Kodam IX/Udayana juga membantah keras narasi yang menyebut adanya tindakan kekerasan maupun penggusuran paksa terhadap warga setempat.
Sebagai langkah penyelesaian, seluruh aktivitas pembangunan KDMP untuk sementara dihentikan guna memberikan ruang bagi proses mediasi antara pihak-pihak terkait.
Selain itu, tiang penyangga yang sebelumnya mengalami penyesuaian teknis disebut telah diperbaiki kembali. Area galian juga telah dirapikan dan alat berat sudah dikeluarkan dari lokasi guna menghindari kesalahpahaman lanjutan.
Saat ini, Kodim 1602/Ende masih terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, pihak kecamatan, hingga Dinas Pendidikan setempat untuk mencari solusi terbaik yang dapat diterima semua pihak.
Kodam IX/Udayana mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, terutama yang beredar di media sosial.
Pihaknya meminta seluruh elemen masyarakat mengedepankan musyawarah dalam menyikapi dinamika pembangunan di daerah.
“Kami berkomitmen menjaga stabilitas keamanan wilayah serta memperkuat sinergi dengan seluruh komponen bangsa demi kelancaran pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” tutup Amrizal. ***