INSIBERNEWS - Presiden Prabowo Subianto menegaskan tidak akan memberikan perlindungan kepada pejabat yang diduga melakukan penyelewengan, meskipun memiliki hubungan dekat dengannya. Pernyataan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu.
Dalam keterangannya, Prabowo mengungkapkan bahwa Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sempat meminta arahan terkait pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat yang disebut memiliki kedekatan dengan Presiden.
Menurut Prabowo, pimpinan BPKP datang dalam kondisi tertekan karena khawatir proses pemeriksaan terhadap pihak-pihak tertentu akan menimbulkan persoalan politik. Namun, Kepala Negara langsung meminta agar proses audit dan pemeriksaan tetap dilanjutkan tanpa pandang bulu.
Baca Juga: WNA India Ditemukan Meninggal Dunia di Ruang Detensi Imigrasi Surabaya, Dugaan Sementara Bunuh Diri
“Kalau ada indikasi pelanggaran, lanjutkan pemeriksaan. Tidak peduli dekat atau tidak dengan saya,” tegas Prabowo.
Prabowo Soroti Penyalahgunaan Jabatan
Presiden mengaku prihatin karena masih menerima laporan mengenai oknum pejabat yang diduga menyalahgunakan jabatan demi kepentingan pribadi. Padahal, menurutnya, posisi yang diberikan merupakan bentuk kepercayaan negara yang seharusnya dijaga dengan penuh tanggung jawab.
Prabowo menilai pejabat publik wajib bekerja secara bersih dan berhati-hati dalam menggunakan kewenangan, bukan justru memanfaatkan jabatan untuk mengambil keuntungan dari uang rakyat.
Baca Juga: ESDM Selidiki Dugaan Tambang Emas Ilegal Rp200 Miliar di Sangihe, WNA Asal China Diduga Terlibat
Ia juga menyoroti perkembangan teknologi digital yang membuat berbagai bentuk penyimpangan kini semakin mudah terungkap. Karena itu, pejabat diminta tidak bermain-main dengan praktik korupsi maupun penyalahgunaan kekuasaan.
Dampak Penyelewengan Bisa Menimpa Keluarga
Selain menegaskan pentingnya penegakan hukum, Prabowo mengaku sedih melihat dampak kasus korupsi terhadap keluarga pejabat yang tersandung masalah hukum.
Menurutnya, anak dan istri pejabat sering kali ikut menanggung beban moral ketika kasus penyelewengan terungkap ke publik. Ia menilai kondisi tersebut seharusnya menjadi pengingat bagi setiap pejabat agar menjaga integritas selama menjalankan tugas negara.
Baca Juga: Madonna, Shakira, dan BTS Siap Guncang Final Piala Dunia 2026 Lewat Halftime Show Perdana FIFA
“Sekarang era digital, semuanya mudah diketahui. Yang paling saya sedihkan adalah dampaknya kepada keluarga mereka,” ujarnya.
Prabowo juga memastikan penindakan hukum berlaku untuk semua pihak, termasuk kader partainya sendiri. Ia menyebut sejumlah kader Partai Gerindra pernah diproses hukum sebagai bukti bahwa tidak ada perlakuan istimewa.