Unggahan lain bahkan menyebut seorang remaja perempuan berusia 17 tahun diantar oleh seorang agen menuju hotel untuk bertemu pelanggan.
Video terkait dugaan praktik prostitusi tersebut kemudian viral di media sosial dan memicu reaksi keras dari masyarakat. Polisi kini menelusuri identitas akun, jaringan yang terlibat, hingga kemungkinan adanya praktik perdagangan orang di balik kasus tersebut.
Penyidik Direktorat Siber disebut tengah menelusuri aktivitas digital dan komunikasi yang berkaitan dengan unggahan tersebut. Sementara itu, Direktorat PPA/PPO fokus pada aspek perlindungan korban serta dugaan eksploitasi anak di bawah umur.
Kepolisian memastikan proses penyelidikan masih berlangsung dan meminta masyarakat tidak ragu memberikan informasi tambahan yang dapat membantu pengungkapan kasus. ***