“Diduga dari pangsit isi tahu karena rasanya masam. Pemeriksaan laboratorium kemungkinan baru keluar paling cepat Selasa,” ujar Ani kepada wartawan.
Meski begitu, penyebab pasti masih menunggu hasil uji laboratorium dari sampel makanan yang diperiksa pihak berwenang.
188 Siswa Jalani Pengobatan, 26 Masih Dirawat
Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat total ada 252 siswa yang melaporkan gejala keracunan makanan. Para korban berasal dari beberapa sekolah dan madrasah di kawasan Jakarta Timur, di antaranya:
- RA Al Latifiyah
- SDN Cakung Timur 01
- SDN Ujung Menteng 02
- SDN Ujung Menteng 03
- MI Al Adawiyah
- MI Al Wathoniyah
- MTs Al Adawiyah
Baca Juga: Imigrasi Batam Klarifikasi Tuduhan Pemerasan terhadap WN Singapura, Ini Faktanya
Dari jumlah tersebut, sebanyak 188 siswa telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan. Sementara itu, hingga Sabtu, tercatat masih ada 26 siswa yang menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Para korban dirawat di sejumlah rumah sakit seperti RS Citra Harapan Bekasi, RS Ananda, RSI Pondok Kopi, RS Resti Mulya, RS Firdaus, RSI Sukapura, hingga RS Pekerja.
Sedangkan siswa dengan gejala ringan menjalani rawat jalan di puskesmas terdekat.
SPPG Pulogebang 15 Belum Beri Penjelasan
Diketahui, SPPG Pulogebang 15 mulai beroperasi sebagai dapur penyedia MBG sejak 31 Maret 2026.
Hingga berita ini ditulis, pihak SPPG Pulogebang 15 belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keracunan massal tersebut. Akun Instagram resmi milik mereka juga dilaporkan telah diatur menjadi private.
Kasus ini menambah daftar insiden dugaan keracunan dalam program MBG di Jakarta Timur. Sebelumnya, pada 2 April 2026 lalu, sebanyak 72 siswa di kawasan Pondok Kelapa juga dilaporkan mengalami keracunan setelah menyantap makanan serupa. ***