news

Terjadi Lagi, Keracunan MBG di Pulogebang Buat 252 Siswa SD Jalani Perawatan di Sejumlah Faskes

Minggu, 10 Mei 2026 | 15:08 WIB
Kasus keracunan MBG pada 252 siswa di Jakarta Timur. (Threads/bonitasyachputri)

INSIBERNEWS - Kasus dugaan keracunan makanan kembali terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Pulogebang, Jakarta Timur.

Kali ini, sebanyak 252 siswa dari sejumlah sekolah dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan yang dibagikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pulogebang 15.

Ratusan siswa tersebut kini menjalani perawatan di berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit di Jakarta dan Bekasi.

Baca Juga: Terciduk di Bandara YIA, Tiga WNI Diduga Nekat Berangkat Haji Lewat Jalur Ilegal

Kasus ini pertama kali menjadi sorotan publik setelah salah satu orang tua siswa mengunggah keluhan di media sosial Threads. Akun bernama @bonitasyachputri menyebut anaknya mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi paket MBG yang dibagikan pada Jumat, 8 Mei 2026.

Dalam unggahannya, ia mempertanyakan tanggung jawab pihak penyedia makanan, yakni SPPG Pulogebang 15.

“Sekolahan anak saya SDN 03 Ujung Menteng Jaktim keracunan MBG pada hari Jumat, 8 Mei 2026, gimana ini pihak SPPG Pulogebang 15? Bisa tanggung jawab gak?” tulis akun tersebut.

Baca Juga: Pendaki Terjebak Saat Gunung Dukono Erupsi, SAR Kerahkan Ratusan Personel

Unggahan itu turut menandai akun media sosial Partai Gerindra dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung agar kasus tersebut mendapat perhatian serius dan diusut tuntas.

Tak hanya itu, ia juga membagikan video kondisi sejumlah siswa yang dirawat di rumah sakit serta foto menu MBG yang dibagikan pada hari kejadian.

Menu makanan tersebut terdiri dari jamur crispy, pangsit isi tahu, bakmi Jawa, ayam suwir, tumis tauge lengkap dengan timun dan tomat, serta buah semangka.

Dinkes DKI Sebut Pangsit Isi Tahu Diduga Jadi Penyebab

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengungkapkan dugaan awal sumber keracunan berasal dari menu pangsit isi tahu.

Menurutnya, beberapa siswa mengeluhkan rasa makanan yang sedikit masam saat dikonsumsi.

Baca Juga: Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, WHO Sebut Risiko Rendah

Halaman:

Tags

Terkini