INSIBERNEWS - Amerika Serikat mengambil langkah besar dengan menghentikan operasional misinya di Jalur Gaza setelah dinilai gagal menjaga stabilitas dan memastikan kepatuhan terhadap gencatan senjata antara pihak yang bertikai.
Keputusan ini menandai babak baru dalam upaya internasional meredakan konflik berkepanjangan di wilayah tersebut.
Menurut laporan Reuters, penutupan ini dilakukan setelah Pusat Koordinasi Sipil-Militer atau Civil-Military Coordination Center tidak mampu menjalankan fungsinya secara efektif.
Baca Juga: Video Viral Polisi Teler Diduga Narkoba di Medan, Polda Sumatera Utara Langsung Turun Tangan
Lembaga tersebut sebelumnya bertugas mengawasi pelaksanaan gencatan senjata serta menjamin distribusi bantuan kemanusiaan tetap berjalan lancar.
Sebagai pengganti, Amerika Serikat tengah menyiapkan misi keamanan internasional baru yang akan memantau kondisi di Gaza. Misi ini direncanakan melibatkan sekitar 40 personel militer AS yang akan bergabung dalam Pasukan Stabilisasi Internasional.
Para diplomat menyebutkan bahwa pasukan ini akan memiliki mandat lebih kuat untuk menjaga stabilitas serta memastikan bantuan kemanusiaan dapat menjangkau warga sipil yang terdampak konflik.
Baca Juga: Kritik Amien Rais ke Prabowo dan Seskab Teddy Viral, Kepala Bakom Qodari Ingatkan Bahaya Hoax
Langkah ini merupakan bagian dari implementasi resolusi Dewan Keamanan PBB yang disahkan pada November 2025. Resolusi tersebut mengadopsi rencana komprehensif yang diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump untuk menyelesaikan krisis di Gaza.
Dalam pemungutan suara, resolusi ini memperoleh dukungan mayoritas dengan 13 suara setuju, sementara Rusia dan China memilih abstain.
Rencana tersebut mencakup pembentukan pemerintahan internasional sementara di Gaza serta pembentukan Dewan Perdamaian yang dipimpin langsung oleh Trump. Selain itu, juga diatur penempatan pasukan stabilisasi internasional yang akan bekerja sama dengan Israel dan Mesir.
Baca Juga: Perlintasan Kereta Ampera Bekasi Dipasangi Palang Sementara, Masyarakat Diminta Waspada
Meski telah memasuki fase lanjutan dari rencana perdamaian tersebut, situasi di lapangan masih jauh dari kondusif. Serangan militer Israel dilaporkan terus berlangsung, sementara kelompok Hamas tetap menolak untuk melucuti senjata.
Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya diplomatik dan militer internasional masih menghadapi tantangan besar dalam menciptakan perdamaian yang berkelanjutan di Jalur Gaza. ***