INSIBERNEWS - Sebuah video yang beredar luas di media sosial memicu perhatian publik setelah memperlihatkan insiden seorang siswa kelas 6 SD yang terjatuh dari lantai tiga di kawasan Pasar Serangan, Bali.
Peristiwa ini sontak menjadi perbincangan karena terekam dalam kondisi yang tidak biasa.
Dalam unggahan akun Instagram @trends24h pada Selasa (21/4/2026), terlihat korban sempat berjoget sebelum akhirnya terjatuh. Rekaman tersebut juga memperlihatkan kepanikan dari teman korban yang langsung histeris saat kejadian berlangsung.
Baca Juga: Buntut Kasus Pembunuhan dan Mutilasi Remaja di California, Penyanyi D4vd Terancam Hukuman Mati
Insiden ini diketahui terjadi pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 17.30 WITA. Menurut Kepala Bidang Pawongan Desa Adat Serangan, I Made Warsa, korban jatuh dari ketinggian sekitar 8 meter.
“Jarak antar lantai masing-masing sekitar 4 meter, jadi total ketinggian kurang lebih 8 meter,” jelasnya.
Meski jatuh dari ketinggian yang cukup ekstrem, kondisi korban disebut tidak menunjukkan luka luar serius. Namun, korban dilaporkan mengalami patah tulang dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Bali Mandara.
Baca Juga: Harga BBM Nonsubsidi Naik, Pertamax Menyusul? Ini Kata Menteri ESDM
Dua hari setelah kejadian, masyarakat Desa Adat Serangan menggelar ritual adat bernama pecaruan rsi gana.
Upacara ini merupakan bagian dari tradisi umat Hindu di Bali yang bertujuan untuk menetralisir energi negatif dan mengembalikan keseimbangan spiritual di lokasi kejadian.
Kepala Bidang Parahyangan Desa Adat Serangan, I Wayan Sweta, menjelaskan bahwa ritual ini dilakukan sebagai langkah pencegahan agar tidak terjadi hal-hal yang lebih buruk.
Baca Juga: Harga LPG 3 Kg Dipastikan Stabil, Menteri ESDM Tegaskan Stok Aman dan Subsidi Tetap Terjaga
“Kami melakukan pecaruan sebelum tiga hari berlalu untuk menetralisir keadaan,” ujarnya.
Peristiwa ini juga menimbulkan tanda tanya di kalangan warga setempat. Salah satu hal yang dianggap janggal adalah tidak ditemukannya jejak darah di lokasi jatuhnya korban, meskipun permukaan tanah berupa paving keras.