Buntut Kasus Pembunuhan dan Mutilasi Remaja di California, Penyanyi D4vd Terancam Hukuman Mati

Photo Author
- Selasa, 21 April 2026 | 16:07 WIB
D4vd Terancam Hukuman Mati atas Kasus Pembunuhan dan Mutilasi (@d4vddd)
D4vd Terancam Hukuman Mati atas Kasus Pembunuhan dan Mutilasi (@d4vddd)

INSIBERNEWS - Nama penyanyi muda yang sedang naik daun, d4vd, mendadak terseret dalam kabar serius terkait dugaan kasus pembunuhan seorang remaja bernama Celeste Rivas di Los Angeles, California.

Informasi yang beredar luas di berbagai platform menyebutkan adanya tuduhan berat, mulai dari pembunuhan berencana hingga tindakan tidak manusiawi terhadap korban.

Namun hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi yang benar-benar mengonfirmasi seluruh detail tersebut sebagai fakta hukum yang final.

Baca Juga: Na Daehoon Buka Suara, Ungkap Anak-Anak Tak Pernah Menanyakan Jule Usai Bercerai

Kasus ini sendiri disebut-sebut bermula dari dugaan bahwa korban telah menjadi target pengintaian sejak April 2025. Dalam narasi yang beredar, pelaku diduga memiliki motif untuk menutupi sesuatu yang berpotensi merusak reputasi pribadi maupun karier.

Selain itu, muncul pula klaim sensitif terkait dugaan tindakan pelecehan yang disebut terjadi dalam rentang waktu 2023 hingga 2024. Isu ini menjadi sorotan tajam publik karena menyangkut korban yang masih berusia di bawah umur pada saat kejadian berlangsung.

Penyelidikan semakin mengundang perhatian setelah penemuan jasad korban pada September 2025. Laporan awal berasal dari warga yang mencium bau tidak sedap dari sebuah kendaraan listrik yang terparkir di area penyimpanan barang sitaan di wilayah Hollywood, Los Angeles.

Baca Juga: Aldi Taher Ditawari Umroh Gratis Sekeluarga, Ia Justru Berikan Tawarannya Untuk Guru Ngaji Yang Jadi Marbot Masjid di Stasiun Gambir

Petugas yang melakukan pemeriksaan menemukan kondisi korban yang sangat memprihatinkan. Temuan tersebut langsung memicu investigasi besar-besaran, termasuk penelusuran kepemilikan kendaraan dan kemungkinan keterkaitannya dengan pihak-pihak tertentu.

Di tengah berkembangnya informasi, publik diimbau untuk tidak langsung menarik kesimpulan. Aparat penegak hukum di Amerika Serikat dikenal memiliki proses investigasi yang ketat sebelum menetapkan seseorang sebagai tersangka secara sah.

Pihak terkait hingga kini juga belum memberikan keterangan resmi yang lengkap kepada publik. Sementara itu, kabar yang beredar masih didominasi oleh spekulasi dan belum seluruhnya terverifikasi secara independen.

Baca Juga: Gara-Gara Imbauan Menteri Bahlil, Candaan Warganet: Baru Sadar Matikan Kompor Ternyata Penting Banget!

Kasus ini menjadi pengingat bahwa informasi sensitif, apalagi yang menyangkut nama publik figur, perlu disikapi dengan hati-hati. Menunggu kejelasan dari proses hukum menjadi langkah paling bijak agar tidak terjadi kesimpangsiuran yang merugikan banyak pihak.***

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X