Presiden Donald Trump menyatakan dukungan penuh terhadap langkah militer tersebut dan menegaskan komitmennya untuk menghancurkan kemampuan militer Iran, termasuk armada laut dan fasilitas rudalnya.
Di sisi lain, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebut operasi militer itu sebagai upaya menghilangkan apa yang ia klaim sebagai “ancaman eksistensial”.
Iran pun tidak tinggal diam. Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan melancarkan serangan balasan dengan menargetkan empat pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Media pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa rudal-rudal tersebut diarahkan ke titik-titik strategis militer AS.
Baca Juga: Di Tengah Isu Jeffrey Epstein, Bill Gates Mengaku Pernah Berselingkuh Saat Menikah dengan Melinda
Langkah Indonesia menawarkan diri sebagai mediator mencerminkan politik luar negeri bebas aktif yang selama ini dipegang teguh. Dalam situasi yang sarat risiko dan potensi perluasan konflik, inisiatif dialog dinilai menjadi satu-satunya jalan untuk mencegah krisis yang lebih luas.
Dengan kesiapan Presiden Prabowo untuk terjun langsung ke meja perundingan, Indonesia menunjukkan komitmennya sebagai negara yang konsisten mendorong penyelesaian damai dalam konflik internasional.
Kini, dunia menanti apakah peluang diplomasi masih terbuka di tengah dentuman rudal dan meningkatnya ketegangan di kawasan yang selama ini menjadi salah satu titik paling sensitif dalam geopolitik global. ***