Miris! Gaji Dipangkas Jadi Rp223 Ribu, Guru SD di Kupang Barat Tetap Mengabdi Demi Masa Depan Murid

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Jumat, 27 Februari 2026 | 12:46 WIB
Simak Cerita guru honorer di NTT mendapatkan gaji Rp223.000 per bulan.  (Instagram/withsulii)
Simak Cerita guru honorer di NTT mendapatkan gaji Rp223.000 per bulan. (Instagram/withsulii)

INSIBERNEWS - Cerita tentang kesejahteraan guru honorer kembali menjadi sorotan publik. Kali ini datang dari Kupang Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dikabarkan terdapat seorang guru honorer yang menerima gaji hanya Rp223.000 setelah kebijakan efisiensi anggaran.

Kisah ini viral di media sosial dan memantik empati warganet di seluruh Indonesia.

Guru tersebut adalah Agusthinus Nitbani, yang mengajar di SD Negeri Batu Esa, Kupang Barat, NTT. Namanya mencuat setelah sebuah video yang diunggah akun Instagram @withsulii ditonton jutaan kali dan menuai puluhan ribu komentar.

Baca Juga: Resmi jadi Tersangka, Sopir Calya yang Ugal-ugalan di Gunung Sahari Akui Panik: Saya Takut Ditilang Polisi

Dalam video itu, Agusthinus mengungkapkan bahwa nominal Rp223.000 merupakan jumlah gaji yang ia terima setelah adanya efisiensi. Sebelumnya, ia memperoleh sekitar Rp600.000. Namun, jumlah tersebut pun tidak diterima setiap bulan.

“Rp600.000 itu enam bulan baru dibayarkan,” ujarnya dalam video yang diunggah pada Jumat, 27 Februari 2026.

Artinya, dalam satu bulan ia hanya menerima sekitar Rp100.000 jika dirata-ratakan.

Gaji Tak Cukup, Berkebun Jadi Penopang Hidup
Dengan penghasilan yang sangat terbatas, Agusthinus tidak hanya mengandalkan gaji sebagai guru. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, ia juga berkebun.

“Berkebun karena untuk kebutuhan hidup ini, gaji tidak mencukupi,” tuturnya.

Baca Juga: Heboh! Perusahaan China Tebar Bonus Rp439 Miliar, Karyawan Bebas Ambil Uang Tunai di Atas Meja

Sebagai kepala keluarga dengan seorang istri dan dua anak, ia harus memutar otak agar kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi. Biaya makan, pendidikan anak, hingga kebutuhan rumah tangga menjadi tanggung jawabnya.

Meski demikian, ia tetap memilih bertahan sebagai pendidik.

“Kita sudah mengabdi, walaupun gaji begitu, kita menerima,” ucapnya dengan penuh keteguhan.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X