INSIBERNEWS - Diungkapkan oleh Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), temuan terbaru terkait penyalahgunaan rokok elektrik atau vape yang kini kian mengkhawatirkan.
BNN menyebut bahwa vape telah berkembang menjadi salah satu modus baru dalam konsumsi narkoba.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Kepala BNN RI, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, dalam sebuah forum diskusi kelompok terarah (FGD) di Jakarta. Ia menekankan bahwa fenomena ini bukan sekadar dugaan, melainkan fakta berdasarkan hasil pengungkapan kasus di lapangan.
"Kami menemukan fakta tak terbantahkan bahwa vape telah menjadi sarana efektif atau media baru untuk mengkonsumsi narkoba dan zat psikoaktif baru atau NPS," ujarnya.
Menurut BNN RI, rokok elektrik kini kerap dimanfaatkan sebagai media konsumsi narkotika karena bentuknya yang praktis dan tidak mencolok. Asap yang dihasilkan pun beraroma wangi sehingga sulit terdeteksi oleh orang di sekitar.
Kondisi ini membuat vape dinilai menjadi alat yang “aman” bagi pelaku penyalahgunaan narkoba untuk berkamuflase di ruang publik. Secara kasat mata, pengguna tampak seperti sedang mengisap rokok elektrik biasa, padahal cairan di dalamnya bisa saja mengandung zat terlarang.
BNN RI juga menyoroti anggapan bahwa vape merupakan solusi efektif untuk berhenti merokok. Menurut lembaga tersebut, klaim tersebut belum memiliki dasar ilmiah yang kuat dan justru berpotensi menyesatkan.
Alih-alih membantu menghentikan kebiasaan merokok, vape dalam sejumlah kasus justru menjadi pintu masuk terhadap penyalahgunaan zat adiktif lainnya. Peredaran cairan vape yang tidak terkontrol semakin membuka celah masuknya zat narkotika dalam bentuk baru.
Modus Baru: Dari Bong ke Vape
Dalam praktiknya, vape dinilai lebih praktis dibanding alat konvensional seperti bong yang biasa digunakan untuk mengonsumsi sabu. Dengan teknologi cairan (liquid), zat kimia bisa dicampurkan secara tersembunyi dalam e-liquid.
Beberapa kasus yang ditemukan BNN menunjukkan adanya kandungan:
- Sabu cair
- Etomidate
- Zat psikoaktif baru (NPS)
- Campuran koktail kimia berbahaya
Penggunaan vape sebagai media konsumsi membuat penyalahgunaan narkoba semakin sulit terdeteksi karena tampilannya menyerupai aktivitas merokok biasa.
Baca Juga: Kontroversi Video Rasis Obama Mirip Monyet, Trump Ungkap Tak Merasa Bersalah