INSIBERNEWS - Tekanan berat tengah dirasakan pasar saham domestik setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga 8 persen. Penurunan tajam ini memicu kekhawatiran pelaku pasar dan membuat volatilitas perdagangan meningkat signifikan dalam beberapa sesi terakhir.
Merespons kondisi tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil langkah pengamanan dengan menghentikan sementara perdagangan saham atau trading halt. Kebijakan ini diberlakukan setelah IHSG menembus batas penurunan yang ditetapkan, yakni di atas 8 persen.
Baca Juga: Polemik Internal PBNU Mencair, Gus Yahya Siap Tempuh Rapat Pleno dan Sampaikan Permintaan Maaf
Trading halt dilakukan sesuai dengan ketentuan terbaru BEI yang memperbarui ambang batas penghentian sementara perdagangan. Sebelumnya, mekanisme ini berlaku saat IHSG turun 5 persen, namun kini disesuaikan untuk meredam gejolak pasar yang lebih ekstrem.
Di tengah tekanan tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keyakinannya bahwa koreksi pasar ini bersifat sementara. Ia optimistis IHSG akan segera menemukan titik balik dan kembali menguat dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Baca Juga: KPK Geledah Dinas Pendidikan Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai Puluhan Juta
“IHSG memang sedang terkoreksi, tetapi saya percaya ini hanya fase penyesuaian. Fundamental ekonomi kita masih kuat,” ujar Purbaya.
Menurutnya, sejumlah indikator makroekonomi Indonesia masih menunjukkan kinerja yang solid. Stabilitas fiskal, pertumbuhan ekonomi yang terjaga, serta konsumsi domestik yang relatif kuat menjadi penopang utama optimisme tersebut.
Purbaya bahkan menyebut peluang IHSG untuk terus melaju dan mencapai level 10.000 hingga akhir tahun masih terbuka lebar. Ia menilai pasar akan kembali rasional setelah sentimen negatif mereda dan investor kembali melihat potensi jangka panjang.
“Kalau melihat fondasi ekonomi nasional, saya optimistis IHSG bukan hanya pulih, tapi bisa menembus level 10.000,” katanya.
Ia juga mengimbau pelaku pasar agar tidak bereaksi berlebihan terhadap fluktuasi jangka pendek. Menurutnya, volatilitas merupakan bagian dari dinamika pasar yang wajar, terutama di tengah ketidakpastian global.
Pemerintah, lanjut Purbaya, akan terus menjaga stabilitas ekonomi dan pasar keuangan melalui kebijakan yang terukur dan koordinasi lintas sektor. Dengan langkah tersebut, kepercayaan investor diharapkan segera pulih dan mendorong penguatan pasar saham nasional.***