INSIBERNEWS - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang menyesalkan tindakan salah satu Kepala Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) di Kabupaten Pesawaran, Lampung, yang menghentikan sementara pemberian Makanan Bergizi Gratis (MBG) kepada siswa hanya karena adanya kritik dari orang tua.
Menurut Nanik, sikap tersebut tidak sejalan dengan semangat perbaikan layanan publik. Ia menilai kritik dan masukan dari masyarakat seharusnya dijadikan bahan evaluasi, bukan justru direspons dengan tindakan yang merugikan penerima manfaat.
"Itu namanya arogan. Kritik, saran, dan masukan harus kita dengarkan dengan baik, untuk perbaikan," ujar Nanik saat menghadiri kegiatan koordinasi dan evaluasi bersama Forkopimda serta seluruh kepala SPPG se-Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Senin (26/1).
Kasus yang terjadi di Lampung tersebut sempat menjadi perhatian luas publik setelah viral di media sosial. Warganet ramai mengecam keputusan pihak SPPG yang dinilai tidak adil karena melibatkan anak-anak dalam konflik antara pengelola program dan orang tua.
Baca Juga: Nadiem Bantah Tuduhan Mufakat Jahat, Sebut Pertemuan dengan Google Dilakukan Terbuka
Dalam peristiwa itu, Kepala Dapur SPPG Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng, Dewi Ratih, menghentikan penyaluran MBG kepada dua siswa. Keputusan tersebut diambil setelah orang tua siswa menyampaikan kritik terhadap menu MBG melalui media sosial.
Tindakan tersebut memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk pejabat pusat. Nanik menegaskan bahwa anak-anak sebagai penerima program tidak boleh dijadikan objek sanksi atas pendapat atau kritik orang dewasa.
Baca Juga: Demam BTS Guncang Meksiko! Tiket Konser Ludes Terjual, Antusiasme Fans Berujung Surat Presiden
Ia menekankan bahwa Program Makanan Bergizi Gratis dirancang untuk mendukung tumbuh kembang anak dan meningkatkan kualitas gizi generasi muda. Karena itu, pelaksana di lapangan diminta mengedepankan pendekatan yang edukatif dan terbuka.
Menurut Nanik, setiap laporan atau keluhan dari orang tua seharusnya ditindaklanjuti melalui mekanisme evaluasi internal. Dengan begitu, kualitas menu dan pelayanan MBG dapat terus ditingkatkan sesuai kebutuhan di daerah.
BGN juga mengingatkan seluruh SPPG di daerah agar menjaga profesionalisme dan tidak bersikap reaktif terhadap kritik publik. Kepercayaan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program nasional tersebut.
Pemerintah pusat, lanjut Nanik, akan terus melakukan pengawasan dan pembinaan agar pelaksanaan MBG berjalan sesuai tujuan, yakni memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang layak tanpa diskriminasi.***