INSIBERNEWS - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Bandar Udara Internasional Zurich, Swiss, pada Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 17.55 waktu setempat. Kedatangan tersebut menandai dimulainya rangkaian kunjungan kerja Presiden Prabowo di Swiss yang sarat dengan agenda strategis berskala global.
Setibanya di Zurich, Prabowo disambut oleh perwakilan pemerintah Swiss, pejabat Kedutaan Besar Republik Indonesia, serta jajaran protokol kepresidenan. Lawatan ini menjadi bagian penting dari upaya Indonesia memperkuat peran dan posisinya di tengah dinamika ekonomi dunia.
Salah satu agenda utama Presiden Prabowo adalah kehadirannya dalam sebuah forum internasional bergengsi yang mempertemukan para pemimpin dunia dan pelaku ekonomi global. Forum tersebut dijadwalkan dihadiri lebih dari 65 kepala negara dan pemerintahan, serta lebih dari 1.000 CEO perusahaan besar dari berbagai sektor industri.
Sekretaris Kabinet Republik Indonesia, Teddy Indra Wijaya, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo akan menjadi salah satu pembicara kunci dalam forum tersebut.
Dalam kesempatan itu, Prabowo akan menyampaikan pandangan serta pengalaman Indonesia dalam mengelola perekonomian nasional di tengah tantangan global.
“Presiden akan menyampaikan pidato kunci di hadapan para pemimpin dunia dan pelaku usaha global,”ujar Teddy dalam keterangannya.
Menurut Teddy, pidato Presiden Prabowo akan menitikberatkan pada konsep dan pendekatan ekonomi yang telah dirancang serta dijalankan, baik sebelum menjabat sebagai presiden maupun selama masa kepemimpinannya saat ini. Konsep tersebut menjadi kerangka besar kebijakan ekonomi nasional Indonesia.
“Beliau akan berbicara mengenai pemikiran-pemikiran ekonomi yang sudah beliau rancang dan terapkan, baik sebelum maupun sejak menjadi Presiden,”kata Teddy.
Dalam pidatonya, Prabowo juga akan memaparkan berbagai capaian pemerintah Indonesia selama satu tahun terakhir. Mulai dari stabilitas ekonomi, penguatan sektor pangan dan energi, hingga upaya menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global.
Pendekatan ekonomi tersebut oleh Presiden Prabowo disebut sebagai “Prabowonomics”, sebuah konsep yang menekankan kemandirian nasional, keberpihakan pada rakyat, serta keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan.